Realme Buds Air Hadir di Indonesia 15 Januari

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Realme Buds Air. Kredit: ANTARA/Natisha Andarningtyas

    Realme Buds Air. Kredit: ANTARA/Natisha Andarningtyas

    TEMPO.CO, Jakarta - Realme mengatakan akan membawa earphone nirkabel Buds Air ke Indonesia pada 15 Januari mendatang. "Perkembangan earphone di sini sangat cepat," kata Direktur Pemasaran Realme Indonesia, Palson Yi, di Jakarta, Senin, 6 Januari 2020.

    Earbuds atau earphone nirkabel Buds Air akan jadi produk Realme pertama untuk kategori True Wireless Stereo di Indonesia, sekaligus produk perdana AIoT mereka di sini.

    Realme Buds Air sebelumnya sudah tersedia di India, mereka mengklaim respons konsumer terhadap produk tersebut bagus sehingga mereka ingin segera memperkenalkan earbuds tersebut di awal tahun ini di Indonesia.

    Fitur utama yang ingin diperkenalkan Realme lewat Buds Air ini berupa super low latency, berkat chip khusus yang mereka tanamkan di perangkat tersebut. Chip ini memiliki koneksi aktual dengan dual channel sehingga bisa mengurangi latensi suara.

    Buds Air menjanjikan pengguna bisa mendengarkan musik tanpa lag dan memiliki Gaming Mode untuk digunakan saat bermain game di ponsel.

    Earbuds ini menggunakan teknologi dual mikrofon Environment Noise Cancelling yang bisa mengidentifikasi kata dan menyaring suara bising di latar sehingga suara yang terdengar lewat Air Bud akan tetap jelas.

    Realme Buds Air memiliki kotak penyimpanan yang juga berfungsi sebagai pengisi daya. Untuk isi ulang daya, Realme menawarkan pilihan sambungan USB-C atau wireless charging pad, yang dijual terpisah.

    Setelah terisi penuh, Realme Buds Air dapat digunakan selama 3 jam, sementara kotak penyimpanan memiliki masa pakai selama 17 jam.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.