Viral Waspadai Megathrust Jakarta, Ini 3 Alasan Tak Perlu Panik

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mobil melintasi terowongan (underpass) saat terjadi banjir di Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Kamis 2 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Sejumlah mobil melintasi terowongan (underpass) saat terjadi banjir di Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Kamis 2 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan tiga faktor rangkaian Gempa Lombok tidak mungkin picu gempa ataupun megathrust di Jawa, utamanya Jakarta. Potensi saling terkait tersebar dalam pesan yang viral di grup-grup percakapan.  

    Dalam pesan yang beredar tersebut disebutkan bahwa Lombok dalam sehari sudah dilanda Gempa sebanyak tiga kali dengan kekuatan masing-masing magnitudo 6,5, 6,0, dan 7,0. Tidak jelas keterangan waktu kejadian gempa yang dimaksud karena menurut catatan BMKG, tidak ada gempa-gempa tersebut hari ini, Selasa 7 Januari 2020.

    "Jika Gempa berkelanjutan hingga besok maka perkiraan BMKG mengenai MEGATHRUST Pulau Jawa sangat mungkin terjadi khususnya Jakarta yg diperkirakan besarnya mencapai 8,9 SR," demikian tertulis dalam pesan tersebut.

    Dalam pesan itu dicantumkan pula rangkaian gempa di hari yang sama di Jepang dan Hawai. "Buat yang lagi di Pulau Jawa atau ada keluarga di Jawa..PERBANYAK DOA..TETAP WASPADA." 

    Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly menerangkan kalau gempa Lombok memiliki sumber yang berbeda dengan megathrust. Dia menjelaskan kalau gempa Lombok dibangkitkan oleh Sesar Naik Flores, sedangkan sumber gempa megathrust dibangkitkan oleh aktivitas tumbukan lempeng di zona subduksi. 

    Menurut Sadly, peristiwa gempa Lombok tidak akan memicu aktifnya gempa megathrust karena tiga hal. Pertama, keduanya merupakan sumber gempa yang berbeda. Kedua, jarak yang cukup jauh. Ketiga, aktivitas kegempaan di Pulau Lombok saat ini sudah memasuki kondisi stabil. 

    "Potensi gempa kuat di zona megathrust Jawa merupakan hasil kajian model yang siapapun tidak tahu kapan terjadinya. Untuk itu BMKG meminta masyarakat saat ini tidak perlu mengkait-kaitkan kemungkinan akan terjadinya gempa kuat yang berdampak di Jakarta," kata Sadly menuturkan, Selasa 7 Januari 2020.

    Dia juga memastikan bahwa informasi hari ini terjadi gempa kuat di Hawai  (8,2 Magnitudo), di Fiji (8,2), di Jepang (6,4), dan Lombok (7,0) juga berita bohong alias hoax. "Hasil monitoring BMKG dan lembaga monitoring gempa di dunia pada hari ini tidak mencatat aktivitas gempa tersebut," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.