Viral Waspada Megathrust Jakarta, Simak Kata Ahli LIPI dan BPPT

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara alat berat saat mengeruk Waduk Pluit di Jakarta, Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Foto udara alat berat saat mengeruk Waduk Pluit di Jakarta, Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Bantahan bahwa serangkaian gempa di Lombok akan memicu megathrust di Pulau Jawa, utamanya Jakarta, bertambah. Setelah dari BMKG, sejumlah peneliti gempa dari LIPI dan BPPT juga menjelaskan kenapa hal itu tidak mungkin terjadi. 

    Adrin Tohari dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) malah mengatakan kalau informasi picu memicu itu sudah muncul sejak gempa Lombok tahun lalu. “Secara ilmu lempeng tektonik, sumber gempa Lombok tahun lalu itu tidak berada pada segmen megathrust selatan Jawa,” kata Adrin saat dihubungi, Selasa 7 Desember 2019.

    Menurut Adrin, pesan berantai itu memiliki tujuan hanya untuk menimbulkan kekhawatiran kepada masyarakat. Adrin menyarankan agar apabila menerima informasi berantai seperti itu, masyarakat sebaiknya langsung mencari konfirmasi ke BMKG sebagai badan resmi pemerintah yang bertugas mengeluarkan informasi gempa.

    Pakar Tsunami dan Gempa dari BPPT Widjo Kongko bahkan mengatakan pesan viral itu tidak memiliki dasar. Dia menyoroti terutama yang menghubungkan gempa besar dunia seperti Jepang, Hawai, dan Fiji dengan Indonesia.

    “Indonesia adalah daerah gempa yang zona-zona sumbernya sebagian telah dipetakan, dan dari zona-zona itu ada potensi gempa,” ujarnya menerangkan  secara terpisah. 

    Sebelumnya, Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly telah menjelaskan kalau gempa Lombok memiliki sumber gempa yang berbeda dengan megathrust.  Gempa Lombok dibangkitkan oleh Sesar Naik Flores, sedangkan sumber megathrust dibangkitkan oleh aktivitas tumbukan lempeng di zona subduksi.

    Sadly juga mengatakan, aktivitas kegempaan di Pulau Lombok saat ini sudah memasuki kondisi stabil dan tidak akan mempengaruhi sumber gempa megathrust. Dia menyangkal catatan adanya tiga kali gempa 6,5, 6,0, dan 7,0 SR sepanjang hari ini atau belakangan ini seperti isi pesan yang beredar.

    "Potensi gempa kuat di zona megathrust Jawa merupakan hasil kajian model yang siapapun tidak tahu kapan terjadinya. Untuk itu BMKG meminta masyarakat saat ini tidak perlu mengkait-kaitkan kemungkinan akan terjadinya gempa kuat yang berdampak di Jakarta," katanya, Selasa.

    Pesan yang beredar bukan hanya memperingatkan soal keterkaitan antara rangkaian gempa di Lombok serta belahan dunia lain dengan potensi megathrust di Jawa. Tapi juga tentang lempeng Jawa yang terus bergerak, mengutip keterangan dari LIPI lengkap dengan link video berita. 

    Seluruh pesan dilampirkan dalam sebuah link berita 2017 lalu berjudul Peneliti Asing Prediksi Indonesia Bisa Dilanda Gempa Mahadahsyat Sampai 9,5 SR!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.