Balas Serang AS, Ini 8 Jenis Rudal Iran yang Ditakuti Dunia

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shahab 3 rudal balistik nuklir milik negara Iran, tergolong ke dalam kelas Intermediate-Range Ballistic Missile (IRBM). Dikembangkan dari sasis rudal balistik milik Korut No-dong pada tahun 1990, membawa nuklir seberat 1.200 Kg. Memiliki jangkauan 1.930Km dan dapat terbang hingga ketinggian 400Km. padresteve.com

    Shahab 3 rudal balistik nuklir milik negara Iran, tergolong ke dalam kelas Intermediate-Range Ballistic Missile (IRBM). Dikembangkan dari sasis rudal balistik milik Korut No-dong pada tahun 1990, membawa nuklir seberat 1.200 Kg. Memiliki jangkauan 1.930Km dan dapat terbang hingga ketinggian 400Km. padresteve.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ancaman perang di Teluk Arab semakin nyata. Pasukan Iran telah melancarkan serangan balasan kepada Amerika Serikat atas kematian Kepala Pasukan Khusus Quds Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassem Solemani.

    Serangan balasan itu dilakukan dengan menembakkan lebih dari selusin peluru kendali mengarah ke dua pangkalan militer Amerika di Irak pada Rabu dinihari, 8 Januari 2020, atau beberapa jam setelah pemakaman sang jenderal. Pengawal Revolusi Iran menyebut operasi serangan itu 'Martir Soleimani'.

    TV Iran menyebut rudal yang telah dilepaskan berasal dari jenis Fatteh-110, yang memiliki jangkauan hingga 300 kilometer. Tapi seperti yang disebut dalam laporan Al Arabiya, kemampuan rudal Iran jauh lebih besar dari itu karena mampu menebar ancaman tidak terbatas di kawasan Timur Tengah, tapi sampai ke Asia dan Eropa. 

    "Ancaman rudal Iran termasuk setiap orang, tidak hanya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab," kata Duta Besar Amerika untuk PBB Nikki Haley, seperti dikutip dari Al Arabiya, beberapa waktu lalu.

    Faktanya, situs CSIS Missile Defense Project menyebut Iran memiliki gudang persenjataan rudal yang terbesar dan beragam di Timur Tengah. Dengan ribuan stok rudal berdaya jangkau pendek dan menengah hingga yang berkemampuan jelajah, negeri para Mullah itu ditempatkan di ranking empat dunia untuk kemampuan arsenal roket berpeluncurnya oleh situs Global FirePower. 

    Berikut ini delapan tipe di antara jenis-jenis rudal yang dimiliki dan dikembangkan Iran dibantu beberapa negara sekutunya berdasarkan CSIS Missile Defense Project,

    1. Shahab 1, jangkauan 300 kilometer
    Iran menggunakannya secara luas selama 1990-an dan awal 2000-an saat bertempu melawan milisi Mujahidin di Irak.

    2. Fateh-110, jangkauan 300 kilometer
    Pada 2006, Amerika Serikat menuduh perusahaan di Cina dan mitranya berperan penting dalam pengembangan sistem rudal ini.

    3. Shahab 2, jangkauan 500 kilometer
    Ini adalah varian Rudal Scud C Rusia. 

    Rudal Scud variant c, salah satu rudal nuklir paling laris di dunia. Lantaran dipakai banyak negara sebagai basis pengembangan rudal nuklir dalam negeri, tercatat Libya, Suriah dan Irak menggunakan rudal ini. Tergolong ke dalam Short-Range Ballistic Missile (SRBM), mampu membawa hulu ledak nuklir seberat 700Kg, dengan daya jangkau mencapai 500Km. Military-today.com

    4. Zolfaghar, jangkauan 700 kilometer
    Masih keluarga Rudal Fateh dan dilaporkan digunakan untuk menyerang target di Suriah pada Juni 2017.  

    5. Qiam-1, jangkauan 800 kilometer
    Rudal ini adalah asal muasal Shahab-2. Iran menggunakannya saat operasi militer terhadap milisi ISIS di Suriah Timur pada Jun1 2017. 

    6. Shahab 3/Emad/Ghadr, jangkauan 2000 kilometer
    Shahab-3 mewakili keberhasilan pertama Iran dalam mengembangkan rudal balistik jarak menengah. Dengan rudal ini, Iran memiliki kemampuan mengancam target musuh jauh di luar perbatasan negaranya seperti Israel. 

    7. Sejjil, jangkauan 2000 kilometer
    Rudal balistik berdaya jangkau menengah yang didesain dan dibuat secara domestik. 

    8. Soumar (rudal jelajah), jangkauan 2500 kilometer
    Rudal jelajah ini resmi diperkenalkan Maret 2015. Soumar dipercaya pengembangan dari Meshkat yang diperkenalkan militer Iran pada September 2012. Namun ada yang meyakini, Soumar adalah rudal pembawa nuklir Rusia Kh-55. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.