BMKG Sebut Tren Gempa Meningkat di Wilayah Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpukan material akibat gempa bumi 9,3 SR dan gelombang tsunami di kota Banda Aceh, pada 26 Desember 2004. Salah satu gempa terkuat yang pernah terjadi di Indonesia ini merenggut 160.000 korban jiwa dan juga berdampak hingga wilayah Sri Lanka, India, dan Thailand. Dok. TEMPO.

    Tumpukan material akibat gempa bumi 9,3 SR dan gelombang tsunami di kota Banda Aceh, pada 26 Desember 2004. Salah satu gempa terkuat yang pernah terjadi di Indonesia ini merenggut 160.000 korban jiwa dan juga berdampak hingga wilayah Sri Lanka, India, dan Thailand. Dok. TEMPO.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pantauan oleh BMKG sepanjang 2019 menunjukkan adanya peningkatan aktivitas gempa di zona megathrust Nias-Simeulue. Gempa 6,1 Magnitudo pada Selasa, 7 Januari 2020, disebut bagian dari tren aktivitas gempa tersebut. 

    Hingga Rabu pagi pukul 9, hasil pantauan BMKG mencatat telah terjadi gempa susulan sebanyak 15 kali pasca gempa Simeulue. Adapun magnitudo gempa susulan yang terbesar mencapai 4,2.

    "Peristiwa gempa dan tsunami adalah keniscayaan di Indonesia. Dengan mengetahui bahwa wilayah kita dekat di zona megathrust, tidak perlu menimbulkan kecemasan dan ketakutan," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, di Jakarta, Rabu 8 Januari 2020.

    Ia menjelaskan, dari catatan BMKG, gempa kuat yang bersumber dari zona megathrust segmen Nias sudah terjadi beberapa kali. Mulai dari gempa Simeulue 4 Januari 1907 bermagnitudo 7,6 yang memicu tsunami dan menelan korban jiwa lebih 400 orang meninggal dunia hingga yang terjadi 7 Januari 2020.

    Menurut Daryono, semua informasi terkait gempa dan tsunami harus direspons dengan langkah nyata dengan memperkuat upaya mitigasi bencana. Tujuannya, meminimalkan dampak sehingga masyarakat dapat hidup dengan selamat, aman dan nyaman meskipun di daerah rawan bencana.

    "Yang paling penting dan harus dibangun adalah mitigasinya, kesiapsiagaannya, kapasitas stakeholder dan masyarakat. Selain itu, bagaimana menyiapkan infrastruktur menghadapi gempa dan tsunami," kata Daryono.

    Ia mencotohkan tsunami pada 1907 yang melahirkan istilah lokal "smong". 
    "Konsep evakuasi mandiri dari 'smong' ini terbukti sangat efektif untuk menyelamatkan diri dari bahaya tsunami 2004," katanya menambahkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.