Kurangi Hujan, Operasi TMC Jabodetabek Sebar 32 Ton Garam Dapur

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas TMC memasuki garam ke dalam tabung penampung garam atau console sebelum Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan menggunakan Pesawat CN 295 di Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020. Modifikasi cuaca itu merupakan salah satu bentuk pencegahan banjir. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas TMC memasuki garam ke dalam tabung penampung garam atau console sebelum Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan menggunakan Pesawat CN 295 di Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020. Modifikasi cuaca itu merupakan salah satu bentuk pencegahan banjir. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) sejak 3 Januari 2020 untuk mengurangi intensitas curah hujan di wilayah Jabodetabek pasca hujan ekstrem 1 Januari 2020 yang menimbulkan banjir di Jabodetabek.

    “Operasi TMC melalui pesawat fixed-wings telah melakukan 20 sorti penerbangan dengan total bahan semai NaCl mencapai 32 ton,” kata Agus Wibowo Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB lewat siaran pers 8 Januari 2020.

    Bahan NaCl atau natrium klorida merupakan bahan utama garam dapur. Bumbu masak itu dipakai untuk menyemai atau mematangkan awan sehingga sebagian hujan tidak turun di wilayah Jabodetabek. “BNPB akan terus melakukan operasi ini untuk menghindari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jabodetabek,” ujar Agus.

    Pada Selasa lalu, misalnya, pesawat CN 295 dan Casa 212-200 milik TNI melakukan 4 sorti penyemaian awan dengan cakupan wilayah barat daya, barat, dan barat laut Jabodetabek. Total bahan semai NaCl yang diangkut mencapai 6,4 ton.

    Berdasarkan laporan BPPT, kata Agus, hujan berhasil diturunkan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek. Laporan ini merujuk pada data satelit yang menunjukkan wilayah terjadinya hujan.

    Pada sorti pertama dengan menggunakan CN295, bahan semai NaCl sebanyak 2,4 ton disebarkan pada wilayah barat hingga barat daya Jabodetabek, sorti berikutnya dengan Casa 212-200 dengan kapasitas semai 800 kg mendistribusikan bahan semai di perairan Selat Sunda.

    Sorti ketiga, bahan semai ditebar di barat laut Jabodetabek, sedangkan sorti terakhir dengan CN 295 bahan semai sejumlah 2,4 ton disemai pada wilayah barat hingga barat laut Jabodetabek.

    BNPB bekerja sama dengan BPPT dan TNI berencana terus melakukan operasi TMC untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, khususnya curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi jatuh di wilayah Jabodetabek.

    Penerapan TMC bertujuan untuk menurunkan hujan ke wilayah yang aman dan jauh dari pemukiman penduduk atau sebelum awan memasuki kawasan padat penduduk, seperti di wilayah Selat Sunda atau Laut Jawa.

    Pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan bencana banjir di Jabodetabek dan sekitarnya juga memperhatikan pertumbuhan awan. BPPT bekerja sama dengan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk analisis data cuaca yang tersedia dari radar Stasiun Meteorologi Cengkareng.

    Sementara itu BMKG menyebutkan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi di Jakarta pada periode 9 - 12 Januari 2020. Menanggapi peringatan dini cuaca atau weather alert dari Kedutaan Besar Amerika Serikat pada 12 Januari 2020, BNPB meminta masyarakat khususnya di wilayah Jabodetabek tidak perlu panik.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.