Begini Kriteria Kata Milenial Jadi Terpopuler Selama 2019

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita membaca buku. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita membaca buku. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), salah satu unit utama dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah menetapkan kata milenial sebagai kata terpopuler atau Kata Tahun Ini (KTI). Kata milenial ditetapkan pada awal tahun 2020 adalah KTI pada tahun 2019, dengan beberapa kriteria.

    Pelaksana Tugas Kepala Badan Bahasa Dadang Sunendar menjelaskan alasan dan kriteria kenapan kata milenial menjadi kata terpopuler. Menurutnya KBBI merekam kata-kata yang memiliki pencarian terbanyak dalam kategori sepanjang masa, hari ini, bulan ini, dan tahun ini.

    “Pada 2019 KBBI mencatat 15 kata yang memiliki jumlah pencarian tertinggi, yaitu aktivitas, analisis, daring, efektif, izin, kerja sama, literasi, milenial, memengaruhi, objek, praktik, resiko, risiko, sistem, dan survei. Kata milenial merupakan salah satu kata dalam daftar tersebut,” ujar Dadang saat dihubungi, Rabu, 8 Januari 2020.

    Kata milenial memiliki jumlah pencarian sebanyak 19.834 pencarian berdasarkan data pada tanggal 30 Desember 2019 pukul 12.58 WIB. Kata milenial menjadi populer karena mencerminkan munculnya generasi baru dalam bidang teknologi informasi dalam kurun waktu tahun 1980-an dan 2000-an.

    Menurut Dadang, milenial memunculkan babak baru dalam penyebutan generasi yang dikaitkan dengan kemampuannya dalam penguasaan dan penggunaan teknologi informasi, seperti komputer, internet, dan smartphone dengan pengembangan varian aplikasinya.

    “Kata milenial tersebut juga mewakili perubahan sosial dan kultural di masyarakat,” kata Dadang. “Berdasarkan Google Trends, kata milenial paling banyak dicari pada Maret 2019. Masifnya masyarakat yang terlibat dalam suatu acara yang bertajuk milenial mendorong jumlah pencarian kata tersebut di Google.”

    Munculnya kata milenial diperkuat dengan pencarian topik tertinggi untuk kata milenial, yaitu topik yang berhubungan dengan keamanan (safety) dan keamanan perjalanan (road traffic safety). Selain itu, kueri tertinggi juga berhubungan dengan acara tersebut, yaitu milenial road safety dan milenial road safety festival.

    Terdapat juga berbagai peristiwa yang menandai penggunaan kata milenial oleh masyarakat selain dari acara milenial road safety festival, seperti pemilihan staf khusus presiden pada November 2019. Berdasarkan pencarian Google pada 30 Desember 2019 pukul 09.25 WIB, kata staf khusus milenial merupakan kueri tertinggi ketiga berdasarkan data Google Trend menunjukkan topik telah dipakai sebanyak 2.940.000 kali.

    “Fakta penggunaan di masyarakat, baik dalam komunikasi lisan maupun komunikasi tulis di media sosial, kata milenial dikenal dan digunakan oleh berbagai kalangan untuk mengidentifikasi perilaku dan generasi yang memiliki karakteristik tertentu,” tutur Dadang.

    Misalnya, Dadan memberikan contoh, dalam ungkapan anak milenial, generasi milenial, gaya milenial, dan bahasa milenial. Pengguna kata milenial tidak hanya jurnalis atau remaja yang terkait erat dengan kemunculan kata ini. Tapi, pejabat, tokoh masyarakat, selebritas, dan masyarakat umum pun sering menggunakannya.

    Kata milenial digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. Penggunaannya cukup kental dalam dunia jurnalistik. Hal ini dibuktikan dengan berbagai berita media nasional sepanjang tahun 2019. Berbagai media nasional antara lain Kompas, CNBC, CNN, Detik, Tempo, Liputan 6, Kontan, dan Media Indonesia.

    Kata milenial kerap ditemukan di berbagai publikasi ilmiah, seperti skripsi atau artikel jurnal dari berbagai universitas, seperti Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Sam Ratulangi, UIN Mataram, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, dan Institut Pertanian Bogor.

    “Digunakan juga diberbagai laman seperti pemerintahan, swasta, dan bidang pengetahuan,” lanjut Dadang. “Secara umum kata milenial juga digunakan di seluruh wilayah provinsi di Indonesia.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.