Penelitian: Suhu Badan Normal Manusia Tak Lagi 37 Derajat Celsius

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria sakit demam. shutterstock.com

    Ilustrasi pria sakit demam. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hampir semua orang kalau ditanya berapa suhu rata-rata normal badannya pasti akan mengatakan 37 derajat Celsius. Ini ternyata keliru. Penelitian yang dilakukan tim di Stanford University, California, Amerika Serikat, membuktikan kalau suhu tubuh manusia ternyata mendingin setiap dekade.

    Ketua tim peneliti itu, Julie Parsonnet, mengatakan bahwa para dokter dan mereka yang mempelajari suhu tubuh manusia sebenarnya mengetahui kalau angka 37 derajat terlalu tinggi. "Namun mereka selama ini menganggapnya sebagai kesalahan pengukuran di masa lalu semata," katanya dalam jurnal eLife seperti dikutip dari Newscientist, 10 Januari 2020.

    Nah, untuk memastikan benar atau tidaknya, Julie dan timnya mengumpulkan data termometer hasil pengukuran suhu badan dari masa ke masa. Mereka menelaah sebanyak 677.423 data temperatur yang dibagi ke dalam tiga kelompok. Pertama, data asal periode antara 1860 dan 1940. Di dalamnya termasuk milik mereka para veteran perang sipil di Amerika.

    "Butuh waktu yang tak pendek untuk mencari basisdata dari abad 19 di mana terdapat data suhu badan di dalamnya," kata Julie. Dua kelompok data lainnya berasal dari rentang 1971-1975 dan 2007-2017. 

    Hasilnya, Julie dan tim menemukan suhu badan normal turun rata-rata 0,03 derajat Celsius setiap dekade. Para pria yang lahir di awal abad 19 disebutkan memiliki suhu badan lebih hangat 0,59 derajat daripada para pria kini.

    Sedang rata-rata suhu normal badan perempuan sekalipun tak didapat data sejauh yang data pria, diketahui telah turun 0,32 derajat sejak 1890-an. Secara keseluruhan, dengan pendinginan itu, rata-rata suhu normal badan manusia saat ini adalah 36,6 derajat Celsius--bukan 37.

    Julie tak mendapat tanda-tanda tren mendinginnya suhu badan manusia akan berakhir dari penelitian yang dilakukannya tersebut. Tapi dia yakin tren pasti akan terhenti karena suhu badan tak mungkin sampai nol derajat. "Hanya kapan akan terhenti itu yang saya belum tahu," katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.