Qiroah, Aplikasi Baca Alquran dari Apple Developer Academy

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Islam membaca Alquran digital di Masjid Istiqlal, Jakarta, 8 Juli 2015. Memasuki hari ke-21 Ramadhan, umat Islam banyak beritikaf di masjid untuk membaca Alquran dan melakukan shalat malam untuk mendapatkan berkah. TEMPO/Frannoto

    Umat Islam membaca Alquran digital di Masjid Istiqlal, Jakarta, 8 Juli 2015. Memasuki hari ke-21 Ramadhan, umat Islam banyak beritikaf di masjid untuk membaca Alquran dan melakukan shalat malam untuk mendapatkan berkah. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Tangerang - Sebanyak 194 peserta didik Apple Developer Academy BSD angkatan kedua menjalani wisuda, Selasa 14 Januari 2020. Mereka mengakhiri masa inkubasi talenta digital selama sepuluh bulan di bawah pengembangan oleh Apple Inc. dan didukung Sinar Mas Land.

    Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land, Irawan Harahap, mengatakan bahwa sekolah coding yang baru saja paripurna membekali para siswanya dengan tiga kemampuan utama yakni teknikal, bisnis dan desain. Hasilnya, menurut dia, "Mereka menghadirkan beragam inovasi yang sangat kreatif sejalan dengan tuntutan perkembangan zaman." 

    Dalam Apple Graduation batch kedua itu, sejumlah wakil peserta didik mempresentasikan sejumlah aplikasi yang sudah mereka buat di hadapan Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional  Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro. Di antaranya adalah Qiroah karya Khoirunnisa’ Rizki Noor Fatimah dan Ramadhani Dian Pratwi.

    Dalam penjelasannya, keduanya menyebut Qiroah diciptakan untuk mendukung metode belajar membaca Al-Quran secara tatap muka (talaqqi). Selain juga mendengarkan frasa dan melatih pengucapan ayat-ayat Al-Quran. Aplikasi ini akan memberi tanggapan dengan menggunakan teknologi Machine Learning.

    Ada pula aplikasi Teman Netra, Leastric, Hearo dan Canting. Yang pertama untuk membantu warga Indonesia yang memiliki kesulitan penglihatan dengan memberikan bantuan untuk membaca teks pada surat, buku, brosur, label makanan, menu restoran hingga pembacaan nominal uang. Pencipta Teman Netra adalah Savitri Nurhayati dan P. J. Bumi Gilang Sinawang.

    Leastric dipresentasikan oleh Marilyn M. Y. D. Parhusip. Ini adalah aplikasi yang diarahkan untuk mengawasi konsumsi listrik yang kita pakai kapan saja dan di mana saja sehingga bisa hemat.

    Adapun Hearo, dipresentasikan Kamilia Latifah dan Aisyah Nur Shadrina, untuk membantu komunitas yang memiliki kesulitan pendengaran agar dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan mengubahnya menjadi sebuah teks. Aplikasi ini juga dapat menerjemahkan tawa dan juga tepuk tangan.

    Dimitrij Tijawi dan Indra Sumakarya mempresentasikan aplikasi bernama Canting yang diciptakan untuk memberikan pengalaman imersif dan nyata untuk menciptakan karya seni Batik. Pembuatan karya seni batik ini dilakukan dengan aplikasi Cantingmenggunakan Apple Pencil sebagai alatnya. 

    Bersamaan dengan wisuda itu, Apple Developer Academy mengumumkan telah membuka pendaftaran dan melakukan seleksi terhadap lebih dari 2.000 pelamar dari berbagai provinsi di Indonesia. Seleksi ini berhasil menyaring 200 calon mahasiswa yang akan menerima beasiswa di batch ketiga yang akan dimulai pada Februari hingga Desember 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.