Samsung Galaxy A51, Stok Pre-order Ludes Terjual 3 Hari

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model memamerkan Samsung Galaxy A51 dan A71 dalam product experience di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Januari 2020. TEMPO/Khory

    Model memamerkan Samsung Galaxy A51 dan A71 dalam product experience di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Januari 2020. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Samsung Electronics Indonesia menyatakan stok pre-order Samsung Galaxy A51 telah ludes dalam tiga hari. Seri smartphone itu baru diluncurkan resmi bersama Galaxy A71 di Indonesia hari ini, Selasa 14 Januari 2020.

    "Sold out," kata Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia Irfan Rinaldi di sela-sela peluncuran di Fairmont Hotel, Jakarta Pusat.

    Dia menjelaskan bahwa pre-order selama tiga hari Jumat-Minggu, 10-12 Januari 2020. Dia menduga momen peluncuran bertepatan dengan tahun baru berpengaruh kepada ludesnya stok pre order dengan cepat. Rencana awal, pre order akan dilakukan hingga 17 Januari.

    "Tapi orang ternyata mungkin sudah mulai refreshment. Dan juga waktu itu kami mengadakan pre-order tidak hanya di satu channel, itu juga yang bikin orang-orang tertarik dan didorong fiturnya juga," ujar Irfan lagi. 

    Samsung membanderol harga Galaxy A51 saat pre-order Rp 4,099 juta dengan free Galaxy Fit E. Sedangkan di toko ritel baik online dan offline baru akan tersedia mulai pada 24 Januari 2020 dengan harga Rp 4,399 juta.

    Smartphone pabrikan asal Negeri Gingseng itu hadir dengan layar Super AMOLED Plus berukuran 6,5 inci dan desain Infinity-O Display sebagai rumah kamera depan. Panel tersebut membuat Samsung Galaxy A51 lebih tipis meskipun memiliki daya baterai besar 4.000 mAh plus fast charging 15W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.