Bunuh Soleimani, Drone MQ-9 Reaper Pertama Merudal di Afghanistan

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Drone MQ-9 Reaper buatan General Atomics Aeronautical Systems digunakan untuk mengeksekusi target, pengintaian terhadap target penting dan bernilai tinggi, dan mengumpulkan data intelejen. Drone ini mampu menjalankan berbagai misi, terbang hingga ketinggian hingga 15 km medium, dan daya tahan sampai 27 jam. MQ-9 Reaper dapat membawa rudal dipandu laser GBU-12 Paveway II, rudal udara ke darat Hellfire, dan rudal GBU-38 JDAM (Joint Direct Attack Munitions). infodron.es

    Drone MQ-9 Reaper buatan General Atomics Aeronautical Systems digunakan untuk mengeksekusi target, pengintaian terhadap target penting dan bernilai tinggi, dan mengumpulkan data intelejen. Drone ini mampu menjalankan berbagai misi, terbang hingga ketinggian hingga 15 km medium, dan daya tahan sampai 27 jam. MQ-9 Reaper dapat membawa rudal dipandu laser GBU-12 Paveway II, rudal udara ke darat Hellfire, dan rudal GBU-38 JDAM (Joint Direct Attack Munitions). infodron.es

    TEMPO.CO, Jakarta - Senjata nirawak drone MQ-9 Reaper telah digunakan Amerika Serikat untuk serangan yang menewaskan jenderal Garda Revolusi Iran Qassem Soleimani di Baghdad, Irak, Jumat, 3 Januari 2020 lalu. Drone produksi General Atomics itu dibanderol seharga US$ 16 juta atau setara dengan Rp 219 miliar.

    Mengutip laman Washington Examiner baru-baru ini, drone itu terbilang cukup murah, karena mampu mengumpulkan data intelijen berharga dan dapat melakukan serangan udara dengan bom dan berbagai rudal.

    MQ-9 telah beroperasi pertama kali pada tahun 2007 oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS serta Angkatan Udara Inggris.

    Senjata nirawak yang ditakuti dunia itu memiliki ukuran lebih kecil dari pesawat serang konvensional, dengan lebar sayap 66 kaki (20 meter), dan bobot hanya 4.900 pound (2.223 kilogram).

    Biasanya MQ-9 dapat beroperasi di ketinggian sekitar 25.000 kaki (7.620 meter) dan menggunakan mesin baling-baling, membuatnya sulit untuk dilihat dan didengar di medan perang.

    Memiliki jangkauan 1.200 mil, drone yang terbang perdana pada 2001 itu dapat menempuh jarak yang sangat jauh. Pengoperasiannya dikendalikan seorang pilot duduk di pangkalan yang jauhnya ribuan mil. Selain itu, Reaper juga membawa beberapa peralatan militer berteknologi tinggi di pasaran.

    Sistem pencitraannya meliputi sensor inframerah, kamera warna dan hitam putih, dan pencari jangkauan laser, serta perangkat penargetan untuk serangan yang tepat. Besi terbang berwarna abu-abu gelap ini telah digunakan dalam misi di Afghanistan, Irak, Yaman, Libya, dan beberapa negara lainnya.

    Pembunuhan pertama kali dilaporkan pada 28 Oktober 2007, ketika menembakkan rudal Hellfire ke gerilyawan di Afghanistan. Reaper juga digunakan pada tahun 2015 untuk membunuh Jihadi John, seorang warga negara Inggris yang memenggal tawanan.

    Meskipun menggugurkan jenderal paling terkenal Iran, MQ-9 menjadi perhatian publik. Namun, para pedagang saham kecewa karena General Atomics adalah salah satu dari beberapa kontraktor pertahanan utama yang tidak diperdagangkan secara publik.

    MQ-9 Reaper produksi General Atomics Aeronautical Systems (GA-ASI) merupakan penerus drone tempur MQ-1 Predator. MQ-9 Reaper memiliki daya tahan 14 jam saat terisi penuh dengan amunisi. Juga membawa berbagai senjata termasuk GBU-12 Paveway II yang dipandu laser, AGM-114 Hellfire II rudal udara-ke-darat, AIM-9 Sidewinder, dan GBU-38 Joint Direct Attack Munition (JDAM).  

    WASHINGTON EXAMINER | NATIONAL INTEREST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.