Prancis: Merger Facebook dan WhatsApp Seharusnya Tidak Dibolehkan

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi logo WhatsApp dan Facebook. doxy.in

    Ilustrasi logo WhatsApp dan Facebook. doxy.in

    TEMPO.CO, Jakarta - Regulator kompetisi dagang Prancis menyatakan akuisisi Facebook terhadap WhatsApp pada 2014 lalu seharusnya tidak pernah terjadi.

    "Jelas, kesepakatan seperti merger Facebook-WhatsApp seharusnya tidak dibolehkan," kata Presiden Autorite de la Concurrence, Isabelle de Silvva, dikutip dari Reuters, Sabtu, 18 Januari 2020.

    Facebook membeli platform berkirim pesan WhatsApp senilai US$ 22 miliar (Rp 300 triliun) pada 2014 lalu. De Silva melihat terjadi pergeseran praktik yang saat ini lebih sering terjadi dibandingkan dulu, yakni pengumpulan dan eksploitasi data. "Inilah yang menyebabkan pemain seperti Facebook dan Google memiliki nilai," kata de Silva.

    "Yang membuat Facebook sukses sekarang bukan hanya mereka membeli WhatsApp dan Instagram, tapi juga agregasi komunitas pengguna melalui penggabungan tiga komunitas yang sebelumnya terpisah," dia melanjutkan.

    De Silva tidak bermaksud meminta Amerika Serikat untuk kembali memecah perusahaan besar tersebut, namun dia menginginkan kontrol terhadap raksasa teknologi yang mencaplok perusahaan-perusahaan rintisan.

    "Menjadi dominan memang bukan hal yang ilegal. Tapi, menurut saya, perlu dipertanyakan sebuah perusahaan yang dominan bisa membeli semua perusahaan yang masuk ekosistem sehingga lawan tidak bisa masuk," kata de Silva.

    Komisi Eropa sedang berusaha memperketat aturan persaingan di wilayah mereka, salah satunya untuk globalisasi dan digitalisasi. Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi salah satu yang terdepan soal tinjauan mendalam dan pajak untuk platform digital.

    Regulator Prancis tersebut baru-baru ini memiliki unit khusus digital, mengikuti Federal Trade Comission di Amerika Serikat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.