BMKG Perkirakan Banjir Dampak Hujan Lebat Menjelang Imlek

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah umat menunggu saat hujan turun di area Vihara Dharma Bhakti, setelah melaksanakan doa pada perayaan malam tahun baru Imlek 2566, di Petak Sembilan, Jakarta, 18 Februari 2015. Ada lima unsur tahun kambing kayu yaitu logam, tanah, api, air dan kayu. Tempo/Fajar Januarta

    Sejumlah umat menunggu saat hujan turun di area Vihara Dharma Bhakti, setelah melaksanakan doa pada perayaan malam tahun baru Imlek 2566, di Petak Sembilan, Jakarta, 18 Februari 2015. Ada lima unsur tahun kambing kayu yaitu logam, tanah, api, air dan kayu. Tempo/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menganalisis potensi banjir dari dampak hujan lebat menjelang Imlek. Terhitung sejak pukul 07.00 Jumat 24 Januari hingga 24 jam berikutnya pada Sabtu 25 Januari 2020, tercatat ada sebelas provinsi yang berpotensi mengalami banjir. Statusnya mulai dari waspada hingga siaga.

    Daerah yang berstatus siaga potensi banjir yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Adapun yang berstatus waspada yaitu Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Barat.

    Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG Agie Wandala Putra mengatakan prakiraan potensi dampak banjir itu secara umum. "Poin-nya curah hujan yang di daerah siaga memang naik lagi," katanya saat dihubungi Jumat 24 Januari 2020.

    Wilayah yang pernah atau biasa banjir menurutnya harus waspada. Khusus di wilayah Jabodetabek selama kurun 24 jam itu, potensi hujan ringan hingga sedang meliputi DKI Jakarta, Tangerang, dan Depok. Sementara Bogor dan Bekasi berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG R. Mulyono R. Prabowo lewat keterangan tertulis menyatakan ada sirkulasi siklonik di sekitar Samudera Hindia selatan Lampung yang diprakirakan akan terbentuk pada 24 hingga 26 Januari 2020. Dampaknya bisa menyebabkan terbentuknya pola konvergensi serta belokan angin di wilayah Indonesia bagian barat.

    Selain itu, kondisi atmosfer Indonesia yang labil menyebabkan massa udara lembap dari lapisan bawah cukup mudah untuk terangkat ke atmosfer. "Kedua faktor tersebut menyebabkan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat," ujarnya Jumat 24 Januari 2020.

    BMKG memprakirakan curah hujan dengan intensitas lebat yang bisa disertai petir pada kurun 24-26 Januari 2020 meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung.

    Kemudian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan. Juga Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.