Virus Corona Misterius: 20 Juta Warga Wuhan dan Hubei Diisolasi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas paramiliter Cina mengenakan masker sedang berjaga di pintu masuk Stasiun Kereta Api Hankou yang ditutup setelah kota itu dikarantina karena merebaknya virus corona baru di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 23 Januari 2020.[China Daily via REUTERS]

    Petugas paramiliter Cina mengenakan masker sedang berjaga di pintu masuk Stasiun Kereta Api Hankou yang ditutup setelah kota itu dikarantina karena merebaknya virus corona baru di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 23 Januari 2020.[China Daily via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina telah mengungkung Provinsi Hubei, pusat penyebaran wabah virus corona misterius, seiring dengan angka kematian yang disebabkannya yang terus bertambah menjadi 26 orang per Jumat 24 Oktober 2020. Larangan perjalanan diberlakukan dan diperhitungkan berdampak kepada setidaknya 20 juta orang di sepuluh kota, termasuk ibu kota provinsi itu, Wuhan, asal virus merebak.

    Sehari sebelumnya, seorang pasien infeksi virus yang sama meninggal di Provinsi Hebei, menjadikannya kasus fatal pertama di luar Hubei. Kasus fatal lainnya lalu terkonfirmasi pula di Provinsi Heilongjiang. Provinsi yang ini berjarak lebih dari dua ribu kilometer dari Wuhan atau di perbatasan Cina dengan Rusia.

    Secara nasional, jumlah pasien virus corona berkode 2019-nCoV di seluruh Cina tercatat sudah 830 kasus per Jumat. Sebagian kecil lainnya telah ditemukan di luar Cina, yakni di Thailand, Korea, Jepang, Vietnam, Singapura, dan AS.

    Larangan perjalanan diterapkan tepat sehari sebelum hari raya Imlek--satu agenda penting dalam kalender Cina, ketika jutaan warga Cina punya tradisi mudik ke kampung halaman. Wuhan, misalnya, kini telah diblokade: seluruh layanan bus, subway, dan kapal penyeberangan telah dibekukan, serta seluruh penerbangan dan perjalanan kereta dari luar kota itu dibatalkan.

    Pembatasan gerak warga Wuhan dan Provinsi Hubei diharapkan bisa membantu mengendalikan penyebaran virus penyebab gangguan pernapasan dan pneumonia itu. Para penliti mendapati dugaan awal kalau setiap orang yang telah terinfeksi bisa menularkan virus itu ke 1,4-2,5 orang lain.

    Angka itu masih dugaan awal tapi menempatkannya setara dengan SARS yang pernah menciptakan pandemik pada 2012-2013 lalu. Tapi fakta hanya 25 persen kasus infeksi yang berujung sakit parah bisa melegakan. Artinya, virus tak seganas SARS.

    Sebelumnya, ketika masih tercatat 17 kasus fatal, Komisi Kesehatan Cina mendata mereka yang meninggal itu berusia 48-89 tahun. Kebanyakan tergolong orang tua yang juga memiliki riwayat penyakit kronis termasuk diabetes dan parkinson.

    WHO memang belum mengklasifikasi penyebaran virus corona Wuhan ini sebagai darurat internasional, sebagian karena menanganggap masih rendahnya angka kasus di luar Cina. "Tapi mungkin saja karena belum terjadi," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

    BBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.