Virus Corona Wuhan Belum Bermutasi, Ini Keluarga Lengkapnya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas medis menangani pasien yang diduga terinfeksi virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, Cina, Jumat 24 Januari 2020. FOTO/ANTARA/HO-Xinhua/Xiongqi/mii/aa

    Seorang petugas medis menangani pasien yang diduga terinfeksi virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, Cina, Jumat 24 Januari 2020. FOTO/ANTARA/HO-Xinhua/Xiongqi/mii/aa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Subandriyo, menyebut virus corona misterius dari Wuhan, Cina, belum bermutasi. Virus itu adalah jenis ketujuh dari keluarga virus corona yang diidentifikasi menginfeksi manusia dan menyebabkan flu biasa hingga yang akut.

    "Sampai saat ini sudah ada enam jenis virus corona yang diketahui yang menyerang manusia, dan sekarang tambah lagi 2019-nCoV," kata Amin kepada ANTARA di  Jakarta, Minggu 26 Januari 2020.

    Ketujuh virus corona yang sudah diketahui dapat menginfeksi manusia adalah 229E (alpha coronavirus), NL63 (alpha coronavirus), OC43 (beta coronavirus), HKU1 (beta coronavirus), Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV), dan yang terbaru muncul adalah 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV.

    Virus corona jenis baru yang muncul di Cina itu dapat menular dari hewan ke manusia dan antar manusia. Gejala yang dialami orang ketika terjangkit virus ini antara lain batuk, flu, demam, sesak napas, kesulitan pernapasan, gagal napas, gagal ginjal, hingga mengakibatkan kematian.

    Virus corona banyak ditemukan di binatang. SARS , misalnya, melompat ke manusia dari kelelawar melalui musang dan rakun. Sedang Virus MERS menggunakan unta sebagai perantara antara kelelawar ke manusia. Sementara, virus corona yang baru ditemukan di Cina ditengarai ditularkan oleh kelelawar lewat ular. 

    Di antara manusia, virus corona dapat menular melalui sentuhan atau kontak. Tidak berarti menembus kulit yang utuh, tetapi tangan atau jari yang menyentuh benda-benda tercemar misal meja, pegangan pintu, dan pegangan tangga, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata. Dengan menyentuh sesuatu yang telah tercemar, orang bisa terinfeksi virus corona.

    Virus corona juga dapat menular antar manusia misalnya melalui masuknya cairan terinfeksi atau sekresi dari orang terjangkit. Virus itu dapat tersebar melalui melalui batuk atau bersin.

    Sebagai perbandingan, wabah SARS pada 2002-2003 lalu menginfeksi lebih dari 8.000 orang dan merenggut nyawa 774 di antaranya di seluruh daratan Cina dan Hong Kong. Sedang MERS yang teridentifikasi pertama di Arab Saudi pada September 2012 telah menyebar hingga ke 27 negara, menyebabkan 858 kasus kematian dari total 2.494 kasus infeksi.

    Adapun virus corona yang sekarang, menurut data resmi WHO, telah menyebabkan 41 kematian dan menjangkiti lebih dari 1.300 orang terutama di Cina per Sabtu 25 Januari 2020. Sejumlah kasus terkait orang dengan positif terjangkit virus 2019-nCoV telah ditemukan di Vietnam, Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Amerika Serikat.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.