Drone Tempur Elang Hitam akan Dipersenjatai Roket F-16

Pesawat udara nir awak (PUNA) medium altitude long endurance diperkenalkan untuk pertama kalinya hanggar di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Senin, 30 Desember 2019. Prototipe Puna Male pertama ini mampu terbang selama 24-30 jam dengan ketinggian jelajah 3.000 hingga 6.000 meter. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Bandung - Drone tempur elang hitam yang dikembangkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama enam institusi dalam negeri lainnya akan diintegrasikan dengan sistem Folding Fin Aerial Rocket kaliber 70 milimeter Roket produksi PT Dirgantara Indonesia ini yang kini mempersenjatai pesawat tempur F-16 milik TNI AU.

Rencana persenjataan itu terungkap dalam tahap uji yang akan dijalani prototipe pertama Elang Hitam mulai tahun ini. Pesawat udara nir awak jenis medium altitude long endurance (PUNA MALE) itu ditarik keuar (roll-out) dari hanggar di PT DI pada Desember lalu dan termasuk yang dipamerkan di Kementerian Pertahanan pada 23 Januari 2020.

"Kami akan integrasikan FFAR ke PUNA MALE Elang Hitam," kata Direktur Teknologi dan Pengembangan, PT DI, Gita Amperiawan, saat roll-out lalu.

Air-frame untuk prototipe drone PUNA MALE memang digarap oleh PT DI. Direktur utamanya, Elfien Goentoro, mengatakan, prototipe pertama ini baru berupa development-manufacturing hasil pengembangan bersama Konsorsium PUNA MALE.

Uji terbang akan dilakukan tahun ini, sekaligus membangun bertahap tiga unit lagi prototipe. “Satu yang ini, kedua nanti untuk sertifikasi, ketiga untuk static-test, ke empat untuk sertifikasi kombatan,” kata Elfien menuturkan, 30 Desember 2019.

Kepala BPPT Hamam Riza mengatakan, sejak awal pengembangannya pesawat nir awak dengan panjang 8,3 meter dan bentang sayap 16 meter itu memang ditujukan mendukung misi pertempuran. Elang Hitam diyakininya bisa menjadi solusi teknologi menjawab tantangan pengawasan wilayah NKRI baik di darat mau pun laut.

“Kita bicara bukan hanya untuk kombatan saja, walaupun fokusnya untuk kombatan,” kata dia menambahkan.

Hammam mengatakan, PUNA MALE untuk menjawab kebutuhan pesawat udara yang mampu melakukan pengawasan yang efisien. Program PUNA MALE sekaligus untuk membangun kemampuan penguasaan teknologi kunci pesawat nir awak. Diantaranya flight control system, weapon platform integration, electro optic targeting system, hingga penguasaan teknologi material komposit.

“Ini semua teknologi kunci yang tidak dapat diberikan negara lain secara cuma-cuma pada kita,” kata Hamam.

Masing-masing anggota Konsorsium menyumbangkan inovasinya untuk pengembangan PUNA MALE. Kalau PT DI membangun air-frame drone, PT LEN Industri kebagian membangun sistem kontrol dan senjata, serta Lapan menyumbangkan pengembangan teknologi SAR (synthetic-aperture radar).

Anggota konsorsium lainnya adalah TNI AU, Kementerian Pertahanan, dan Institut Teknologi Bandung. “Program MALE ini sangat strategis untuk peningkatan kemandirian negara kita untuk melaksanakan seluruh sistem alat pertahanan dan keamanan yang dibangun oleh industri nasional kita,” kata Hammam.






Ada 3 Serangan Drone ke Rusia, Menhan Ukraina: Ada yang Merokok Sembarangan

2 hari lalu

Ada 3 Serangan Drone ke Rusia, Menhan Ukraina: Ada yang Merokok Sembarangan

Menhan Ukraina bercanda tentang serangan drone ke 3 pangkalan Rusia dengan mengatakan orang Rusia biasa merokok di tempat dilarang merokok.


DJI Mini 3 Akan Dirilis 9 Desember, Ini Bocoran Spesifikasinya

2 hari lalu

DJI Mini 3 Akan Dirilis 9 Desember, Ini Bocoran Spesifikasinya

DJI Mini 3 dengan berat 249 g memiliki kemampuan terbang dan bertahan selama 38 menit.


Ukraina Serang Balik Rusia, Drone Gempur Pangkalan Militer untuk Ketiga Kalinya

2 hari lalu

Ukraina Serang Balik Rusia, Drone Gempur Pangkalan Militer untuk Ketiga Kalinya

Ukraina melancarkan serangan balik dengan berhasil menembus ratusan kilometer wilayah pertahanan Rusia.


Ukraina Sukses Serang Tiga Pangkalan Udara Rusia dengan Drone

3 hari lalu

Ukraina Sukses Serang Tiga Pangkalan Udara Rusia dengan Drone

Pangkalan udara Engels, dekat kota Saratov di Rusia, berjarak setidaknya 600 kilometer dari wilayah terdekat Ukraina.


Moskow Kecolongan, Drone Ukraina Serang Pangkalan Udara Nuklir Rusia

3 hari lalu

Moskow Kecolongan, Drone Ukraina Serang Pangkalan Udara Nuklir Rusia

Moskow mengatakan drone Ukraina menyerang dua pangkalan udara jauh di dalam wilayah Rusia atau ratusan km dari garis depan.


Departemen Luar Negeri Amerika Menyetujui Penjualan Sistem Anti-drone ke Qatar

9 hari lalu

Departemen Luar Negeri Amerika Menyetujui Penjualan Sistem Anti-drone ke Qatar

Potensi penjualan ke Qatar disetujui setelah pada awal tahun ini Presiden Amerika Joe Biden menunjuk Qatar sebagai sekutu utama non-NATO.


Warga Rusia Ditahan karena Pakai Drone, Moskow Panggil Dubes Norwegia

10 hari lalu

Warga Rusia Ditahan karena Pakai Drone, Moskow Panggil Dubes Norwegia

Moskow pada Senin memanggil duta besar Norwegia Robert Kvile setelah sejumlah warga Rusia ditangkap di negara Nordik itu karena gunakan drone


Pencarian Helikopter Polairud yang Hilang, Nelayan Belitung Timur Temukan Jok

11 hari lalu

Pencarian Helikopter Polairud yang Hilang, Nelayan Belitung Timur Temukan Jok

Pencarian helikopter Polairud yang hilang mulai menemukan titik cerah. Joknya ditemukan seorang nelayan.


Ini 4 Personel dalam Helikopter Polairud yang Hilang di Perairan Belitung Timur

11 hari lalu

Ini 4 Personel dalam Helikopter Polairud yang Hilang di Perairan Belitung Timur

Helikopter Polairud yang jatuh di Perairan Belitung Timur membawa 4 awak. Pencarian akan dilanjutkan besok.


Helikopter Polairud Hilang di Perairan Belitung, Pencarian Terkendala Cuaca Buruk

11 hari lalu

Helikopter Polairud Hilang di Perairan Belitung, Pencarian Terkendala Cuaca Buruk

Pencarian Helikopter Polairud yang hilang di perairan Belitung Timur terkendala cuaca buruk.