5 Hal yang Sering Ditanyakan Soal Virus Corona

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter mengambil sampel darah mahasiswi asal Aceh, Maulida (kanan) sesampainya dari kota Kaifeng, Cina saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu, 29 Januari 2020. Sebanyak empat mahasiswa asal Aceh baru saja pulang dari Cina. ANTARA/Ampelsa

    Dokter mengambil sampel darah mahasiswi asal Aceh, Maulida (kanan) sesampainya dari kota Kaifeng, Cina saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu, 29 Januari 2020. Sebanyak empat mahasiswa asal Aceh baru saja pulang dari Cina. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk membuat keputusan cara terbaik melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman virus Corona, para ahli memerlukan beberapa jawaban untuk beberapa pertanyaan kunci.

    Terkadang, para ahli juga harus membuat keputusan tanpa semua jawaban ada di tangan, atau hanya dengan informasi parsial. Namun, dengan lebih dari 6.000 infeksi yang dikonfirmasi di lebih dari selusin negara dan setidaknya 132 kematian, tidak ada tindakan bukanlah pilihan.

    Berikut adalah beberapa pertanyaan kunci yang ingin mereka jawab, seperti dikutip laman LA Times, baru-baru ini, dan apa yang diketahui saat ini.

    1. Dari mana virus corona berasal?

    Beragam virus yang tak terhitung jumlahnya beredar di dunia hewan, tapi hanya beberapa yang benar-benar membuat orang sakit. Ada yang datang tiba-tiba datang dan ada pula secara episodik.

    Ada pesan viral beredar, pertama virus berevolusi dengan memperoleh bit genetik baru dari virus lain dengan berbagi inang yang sama, sehingga virus baru terus muncul. Kedua, virus yang telah ada beberapa saat membutuhkan reservoir, biasanya organisme hidup memberikannya tempat yang ramah untuk berkumpul dan bereplikasi hingga siap menginfeksi manusia.

    Para ilmuwan belum tahu apakah ada reservoir hewan untuk virus corona yang dijuluki 2019-nCoV. Dua pertiga dari 41 pasien pertama yang ditemukan terinfeksi virus telah mengunjungi pasar makanan laut yang sama di Wuhan, ibu kota provinsi Hubei, Cina, dan itu mungkin merupakan petunjuk penting.

    Selain makanan laut, pedagang di pasar (yang telah ditutup) menjual berbagai hewan hidup dan mati yang dimakan di Cina. Kelelawar rupanya ada di antara mereka, dan itu penting karena makhluk terbang itu adalah reservoir bagi virus corona lainnya.

    Memang, kelelawar dianggap sebagai sumber dari virus corona yang menyebabkan sindrom pernafasan akut yang parah, yang menewaskan 774 orang dalam wabah SARS 2003. Selain itu juga yang menyebabkan sindrom pernapasan timur tengah, yang menyebabkan 282 kematian di MERS, wabah ini dimulai pada 2012.

    Namun, virus corona baru ini mungkin berasal dari banyak hewan lain yang dijual di pasar, atau dari tidak satu pun dari mereka. Fakta bahwa beberapa pasien awal tidak pernah ke pasar adalah petunjuk pertama bahwa itu mungkin telah menyebar di antara manusia sebelum 12 Desember 2019, ketika otoritas Cina pertama kali mencatat infeksi.

    Jika ternyata hewan di pasar bukan sumber virus, itu berarti para peneliti masih jauh dari mendekati reservoir untuk 2019-nCoV. Perburuan suaka alamnya akan jauh lebih menarik oleh para ahli epidemiologi, ahli genetika, dokter, dan ahli biologi kehidupan liar.

    2. Bagaimana virus corona menyebar?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.