5 Hal yang Sering Ditanyakan Soal Virus Corona

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter mengambil sampel darah mahasiswi asal Aceh, Maulida (kanan) sesampainya dari kota Kaifeng, Cina saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu, 29 Januari 2020. Sebanyak empat mahasiswa asal Aceh baru saja pulang dari Cina. ANTARA/Ampelsa

    Dokter mengambil sampel darah mahasiswi asal Aceh, Maulida (kanan) sesampainya dari kota Kaifeng, Cina saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu, 29 Januari 2020. Sebanyak empat mahasiswa asal Aceh baru saja pulang dari Cina. ANTARA/Ampelsa


    5. Apa cara terbaik mengobati yang terinfeksi?

    Di Cina, pejabat rumah sakit yang merawat kelompok pasien rawat inap yang pertama mencoba banyak hal. Mereka memberi obat antivirus oseltamivir (dipasarkan sebagai Tamiflu) kepada 38 dari 41 pasien, dan sembilan mendapat steroid, yang dapat meningkatkan respons kekebalan terhadap infeksi.

    Angka-angka itu terlalu kecil bagi siapa pun untuk membuat penilaian tentang merawat seluruh populasi orang yang terinfeksi. Tetapi uji klinis di Cina sedang dilakukan untuk memahami apa yang paling berhasil di luar perawatan suportif bantuan pernapasan mekanis, obat penurun demam, dan kenyamanan.

    Setidaknya satu dari percobaan itu akan menguji keefektifan kombinasi lopinavir dan ritonavir--obat yang dipakai sebagai bagian dari terapi antiretroviral (ART)-- yang biasa digunakan untuk mengobati HIV. Fauci mengatakan obat itu, yang dipasarkan sebagai Kaletra, sedang digunakan sebagai obat percobaan.

    "Para peneliti Amerika sangat ingin mendapatkan sampel virus 2019-nCoV yang telah diisolasi dari pasien di Cina. Mereka akan menggunakannya untuk mengeksplorasi desain untuk obat-obatan baru yang dapat digunakan untuk virus itu dan membunuhnya secara selektif atau mengganggu replikasinya," tutur dia.

    Para pejabat AS mengisyaratkan bahwa berbagi seperti itu mungkin sulit karena komunitas ilmiah dan farmasi Cina sangat kompetitif. Tetapi mereka mengatakan banyak kerja sama telah terjadi. Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar memuji pemerintah Cina karena mengambil sikap sangat berbeda daripada ketika virus SARS muncul entah dari mana pada 2003, meskipun tanggapannya lambat dan tertutup.

    "Kami pada dasarnya hanya membutuhkan petugas kesehatan masyarakat terbaik di dunia saat ini, untuk mencari jawaban," kata Azar.

    LA TIMES


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H