Militer AS Uji Kawanan 250 Drone untuk Perang Kota, Hasilnya?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MQ-8B Fire Scout dibuat oleh Amerika Serikat, dimana pesawat tanpa awak ini mampu mendarat dan take-off secara vertical.  Drone ini mampu terbang selama 7,75 jam yang didesai untuk melakukan pengintaian, menentukan target tembakan dengan sinat laser, serta membantu pasukan memenangi pertempuran. aircraft-info.net

    MQ-8B Fire Scout dibuat oleh Amerika Serikat, dimana pesawat tanpa awak ini mampu mendarat dan take-off secara vertical. Drone ini mampu terbang selama 7,75 jam yang didesai untuk melakukan pengintaian, menentukan target tembakan dengan sinat laser, serta membantu pasukan memenangi pertempuran. aircraft-info.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) membagikan cuplikan dari program eksperimental terbaru mereka untuk proyek militer Kementerian Pertahanan Amerika Serikat. DARPA terungkap sedang menguji sekawanan besar drone secara bersamaan untuk menemukan target dan mengumpulkan intelijen dalam sebuah misi serangan kota.

    Program tersebut merupakan bagian dari Offact Swarm-Enabled Tactics (OFFSET) DARPA. Uji menampilkan kelompok dari 250 kendaraan otonom (nirawak) udara dan darat dalam sebuah simulasi perang kota. Mereka yang sepintas mirip mobil atau robot mainan itu ternyata berperan memberikan informasi langsung tentang garis depan musuh dan situasi secara umum. 

    Pengujian itu dilakukan di sebuah kompleks gedung di Pusat Pelatihan Pasukan Bersama Kamp Shelby DARPA di Hattiesburg, Mississippi. Misi menugaskan segerombolan 'mainan' itu untuk menemukan beberapa AprilTags, semacam QR code, yang ditempatkan dalam bangunan, dan dirancang untuk mendekati blok kota.

    Uji program koordinasi segerombolan drone, dengan nama kode Ofensive Swarm-Enabled Tactics (OFFSET). DARPATV

    Kawanan drone membagi diri menjadi beberapa kelompok yang berbeda, masing-masing dengan tugas yang taktis. Beberapa dikirim ke gedung untuk menemukan AprilTag, sementara yang lain mempertahankan posisi strategis untuk mengawasi ancaman yang datang. Ada juga yang berpatroli membantu menyelesaikan peta lingkungan 3D dan mengirimnya ke markas. 

    Sementara beroperasi secara otonom, rekaman langsung dari drone-drone itu dipantau oleh operator manusia. Menurut laporan yang diunggah di blog resmi DARPA, koordinator manusia cukup mengamati drone melalui antarmuka laptop.

    Blog itu lalu melaporkan, tes yang berhasil hanya tiga dari total enam yang direncanakan. DARPA mengatakan tiga tes yang tersisa harus dilakukan pada interval enam bulan, menunjukkan masih bisa beberapa tahun sebelum teknologi digunakan di skenario konflik langsung.

    Drone dan sistem operasi dikembangkan dalam koordinasi dengan Northrop Grumman, Raytheon, Case Western University, dan Northwestern University.

    DAILY MAIL | DARPA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.