7 Hoax Tentang Korban Virus Corona yang Beredar di Media Sosial

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar tangkapan layar situs Reuters yang memuat foto sebuah proyek seni di Frankfurt, Jerman, pada 24 Maret 2014 untuk mengenang para korban salah satu kamp konsentrasi Nazi, Katzbach.

    Gambar tangkapan layar situs Reuters yang memuat foto sebuah proyek seni di Frankfurt, Jerman, pada 24 Maret 2014 untuk mengenang para korban salah satu kamp konsentrasi Nazi, Katzbach.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sudah sekitar satu bulan sejak muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, jenis virus corona baru kini terus menyebar ke lebih dari 20 negara. Kepanikan tak terhindarkan termasuk di berbagai platform media sosial. Berbagai spekulasi pun menambah kepanikan itu yang, sayangnya, sebagian tak bisa dipertanggungjawabkan.

    Untuk mencegah lebih banyak disinformasi tersebar luas, sejumlah platform menyediakan link ke situs Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat saat terjadi pembahasan soal virus corona. Namun itu diakui belum cukup. Sejumlah hoax terdata menghasilkan ribuan klik, like dan bagikan.

    Berikut ini tujuh informasi yang telah dipastikan hoax namun tetap beredar di media sosial: 

    1. Virus corona senjata biologis dari laboratorium di Wuhan

    Sejauh ini peneliti internasional menduga virus corona mewabah dari sebuah pasar di Wuhan. Berdasarkan analisis genetiknya, virus diketahui rekombinan dari virus yang ada di kelelawar dan ular--dua hewan yang juga diperdagangkan di pasar itu. 

    Meski ada penjelasan itu, tak sedikit yang percaya virus berasal dari penelitian senjata biologi (biowarfare) di Institut Virologi Wuhan. Unggahan di Facebook ini telah dibagikan lebih dari empat ribu kali. Belakangan diketahui spekulasi berasal dari komentar seorang mantan perwira militer Israel dari sayap kanan kepada Washington Times. Eks perwira yang sama pernah menyatakan bahwa Presiden AS Barack Obama mungkin seorang Muslim dan menyebarkan teori konspirasi.

    2. Mata-mata Cina selundupkan virus dari Kanada

    Unggahan di media sosial mendorong premis bahwa virus corona yang ditemukan di Wuhan diselundupkan dari laboratorium di Kanada sebagai bagian dari pencarian rahasia Cina untuk biowarfare. Seorang peneliti Cina yang bekerja di Kanada sedang diselidiki untuk kemungkinan pelanggaran kebijakan setelah dia diundang ke Laboratorium Wuhan dua kali setahun selama dua tahun.

    "#coronavirus dicuri dari Kanada oleh spionase & dikirim ke Wuhan untuk dipersenjatai dan membunuh musuh asing," tulis seorang pejabat Partai Republik, Solomon Yue, yang memiliki lebih dari 100 ribu pengikut.

    Ini adalah teori yang mirip dengan konspirasi laboratorium di Wuhan. Menurut Politifact, tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa seseorang mencuri sampel virus corona dan memberikannya ke laboratorium Wuhan untuk membuat senjata biologis.

    Ilustrasi virus Corona. REUTERS/Dado Ruvic

    3. Vaksin virus corona sudah tersedia

    Hoax populer lainnya menyatakan bahwa vaksin untuk virus corona sudah tersedia dan wabah saat ini sengaja diciptakan. Dalam kasus ini, pemeriksa fakta Facebook memverifikasi bahwa postingan tersebut mengandung informasi palsu. Paten virus yang dimaksud ditemukan merujuk ke penelitian berbeda dari virus corona. 

    Pirbright Institute yang disebut sebagai pemilik vaksin itu juga telah memberikan klarifikasinya bahwa mereka tidak bekerja untuk virus corona, dan paten yang mereka pegang tidak terkait dengan virus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.