Antivirus Corona Wuhan, Pasien Jadi Kelinci Percobaan Obat Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina telah mengizinkan uji klinis calon obat antivirus Remdesivir terhadap sekelompok pasien infeksi virus corona 2019-nCoV, pada Rabu 5 Februari 2020. Uji klinis sudah bisa langsung dilakukan keesokan harinya, Kamis 6 Februari.

    Izin diumumkan dalam konferensi pers bersama Kementerian Ilmu dan Teknologi, Komisi Kesehatan Nasional, dan Lembaga Produk Medik Nasional Cina pada Rabu 5 Februari 2020. "Total 671 pasien telah dipilih untuk menjalani uji ini," kata Cao Bin, kepala program uji klinis tersebut. 

    Remdesivir adalah jenis bakal obat yang sedang dikembangkan Gilead Sciences, perusahaan farmasi dari Amerika Serikat. Bakal obat--karena belum lolos uji klinis--dipandang efektif melawan virus corona SARS dan MERS dalam uji in vitro di laboratorium. Uji ini dilakukan dalam cawan petri berisi sampel sel korban dan juga pada hewan.

    Remdesivir sejatinya ditujukan untuk pengobatan wabah Ebola yang disebabkan virus dari keluarga yang berbeda dari corona. Tapi karena mendesaknya penanganan wabah dari Wuhan saat ini, Gilead mengajukan uji untuk virus corona pula (SARS dan MERS). Hasilnya, remdesivir bersama obat malaria dianggap lebih baik dibandingkan tiga obat antivirus lain yang sudah lebih dulu diproduksi.  

    Cao mengklaim, antivirus yang sama telah diuji langsung ke sampel sel dengan virus 2019-nCoV dalam riset terpisah di Cina dan menunjukkan kinerja yang sama. Itu menguatkan keputusan untuk uji klinis di Rumah Sakit Persahabatan Cina-Jepang dan Institute of Materia Medica di bawah koordinasi Akademi Ilmu Medis Cina di sejumlah rumah sakit di Wuhan, termasuk RS Jinyintan Wuhan saat ini.

    "Ada harapan yang dibawa remdesivir tapi kita harus menunggu hasil dari uji klinis yang aktual," kata Wang Chen, wakil presiden Akedemi Teknik Cina dan Presiden Akademi Ilmu Medik Cina.

    Nick Paul Taylor, kolomnis lepas bidang bioteknologi dan farmasi, juga menilai hanya uji klinis yang bisa membuktikan apakah remdesivir benar efektif hadapi virus corona Wuhan. Belum jelas juga apakah obat akan berkontribusi langsung kepada kesembuhan pasien ataukah itu karena kekebalan tubuh si pasien.

    Menurutnya, "Belum cukup bukti untuk merekomendasikannya segera untuk digunakan luas di rumah sakit."

    CHINA.ORG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.