Setelah Supermoon, Ini yang akan Terjadi di Langit Februari Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi merupakan salah satu hal yang paling penting dalam mengambil gambar (dok. Digital Trends)

    Lokasi merupakan salah satu hal yang paling penting dalam mengambil gambar (dok. Digital Trends)

    TEMPO.CO, Jakarta - Februari ini menjadi istimewa bagi para pecinta langit. Dimulai dari sepanjang akhir pekan ini yang akan diisi dengan 'pertunjukan' supermoon atau peristiwa bulan mengorbit dalam jarak terdekatnya dengan Bumi--karenanya dia akan terlihat lebih besar dan terang daripada biasanya.

    Snow Supermoon, begitu penamaan populer supermoon yang terjadi pada Februari karena bertepatan dengan puncak musim dingin di belahan utara Bumi. Ini akan mengawali empat peristiwa supermoon yang diprediksi akan terjadi sepanjang 2020 ini.

    Snow Supermoon diprediksi menggantung di langit sejak Jumat malam hingga Senin dinihari nanti. Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, memprediksi momen Bulan terlihat terbesar dan terterang pada Minggu 9 Febrauari ini, Pukul 07.33 GMT.

    Fenomena langit lain yang ditunggu-tunggu setelah Snow Supermoon berlalu nanti adalah pemandangan planet Mars menghilang bersembunyi di balik Bulan. Ini diprediksi akan terjadi sebelum matahari terbit pada 18 Februari mendatang. Peristiwa ini disebut lunar occultation, dan Mars akan kembali muncul di sisi lain Bulan selang sekitar 90 menit.

    Februari 2020 ini juga istimewa di bidang ilmu astronomi karena penanggalan di kalender sampai tanggal 29. Tahun kabisat, istilahnya, terjadi setiap empat tahun setelah setiap tahunnya Bumi mengorbit matahari selama 365,25 hari. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.