Robot Gundam Raksasa Dipasangi 24 Sendi, Punya Banyak Gerakan

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Profesor Pitoyo Hartono, ahli bidang jaringan saraf buatan dari Chukyo University, Jepang, dan robot Gundam model skala 1:30. Dia tergabung dalam tim ilmuwan Gundam Global Challenge yang membangun robot Gundam setinggi 18 meter. Kredit: Istimewa

    Profesor Pitoyo Hartono, ahli bidang jaringan saraf buatan dari Chukyo University, Jepang, dan robot Gundam model skala 1:30. Dia tergabung dalam tim ilmuwan Gundam Global Challenge yang membangun robot Gundam setinggi 18 meter. Kredit: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Robot animasi Gundam yang dirilis pada 1979 akan segera muncul menjadi kenyataan. Ilmuwan Indonesia yang ikut terlibat dalam pembuatan robot Gundam raksasa di Jepang, Pitoyo Hartono menjelaskan, robot seukuran asli 18 meter itu akan hidup dan bergerak.

    Pria asal Surabaya itu belum bisa banyak menceritakan bagaimana robot raksasa itu akan bergerak, tapi robot itu akan dipasangi 24 sendi. “Jadi banyak sekali gerakan yang bisa dilakukan. Robot-robot yang ada selama ini, biasanya memiliki 10-15 sendi,” katanya kepada Tempo saat dihubungi akhir pekan lalu.

    Robot Gundam setinggi 18 meter. Kredit: Istimewa

    Pitoyo merupakan profesor bidang jaringan saraf buatan di Department of Mechanics and Information, Chukyo University, Jepang. Pitoyo bersama Shuji Hashimoto, profesor bidang fisika terapan dari Waseda University selaku pimpinan tim, bertanggung jawab membuat rancang bangun teknologi agar robot Gundam seukuran asli bisa bergerak.

    Menurut pria berkacamata itu, frame utama robot Gundam ini akan terbuat dari baja, dan bentuk luarnya dari plastik fiber. Semua ukuran dan bobot tersebut diperhitungkan, beratnya 25 ton dan sudah optimal. “(Bobot) optimal untuk teknologi sekarang,” tutur Pitoyo.

    Berdasarkan beberapa video simulasi yang beredar, Gundam akan bisa bergerak berjalan maju ke depan. Lintasan untuk berjalannya robot juga diperhitungkan. Pitoyo berujar bahwa setiap saat dia dan timnya bergulat dengan kesulitan teknis.

    “(Kesulitannya) komponen yang terlalu berat, masalah elektronik yang mengganggu kabel untuk kontrol, sukarnya memasang motor dan gear karena volume robot ini yang tidak konvensional, dan lain-lain,” kata Pitoyo.

    Dalam serangkaian video yang beredar robot itu harus benar-benar disesuaikan masing-masing komponennya. Tangan, misalnya, masing-masing tingginya 2 meter, memiliki jari dan yang sepenuhnya diartikulasikan. Karena akan dipasang pada pergelangan tangan yang berputar, dengan siku dan bahu yang bergerak, berat masing-masing tangan, termasuk semua motor, kabel dan bodywork, harus di bawah 200 kilogram untuk memastikannya berfungsi andal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.