Saran Pakar Hindari Virus Corona: Matikan AC dan Buka Jendela

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menggunakan pakaian pelindung dengan peralatan sanitasi saat akan menyemprotkan desinfektan di stasiun kereta api setelah meluasnya wabah virus corona baru di Kunming, provinsi Yunnan, Cina 4 Februari 2020. cnsphoto via REUTERS

    Pekerja menggunakan pakaian pelindung dengan peralatan sanitasi saat akan menyemprotkan desinfektan di stasiun kereta api setelah meluasnya wabah virus corona baru di Kunming, provinsi Yunnan, Cina 4 Februari 2020. cnsphoto via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Ilmuwan Kesehatan dari Departemen Kesehatan Singapura, Profesor Tan Chorh Chuan menjelaskan beberapa cara sederhana agar terhindar dari virus corona baru--2019-nCoV.

    Selain mencuci tangan dan membersihkan permukaan, kata dia, orang perlu mematikan AC, menyalakan kipas angin, dan mendapatkan udara segar.

    Menurut Chuan, untuk sementara banyak yang tidak diketahui tentang virus yang berawal dari Wuhan, Cina itu. "Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa virus berkembang lebih baik di iklim yang sejuk dan kering. Sedangkan Singapura cuacanya panas, kurang kondusif bagi virus untuk berkembang," ujarnya, seperti dikuti Straits Times, Senin, 10 Februari 2020.

    Di Singapura dan negara sekitarnya, kemungkinan persistensi virus di luar rumah lebih rendah. Chuan, satu dari delapan pakar penyakit menular di Singapura, hadir pada konferensi pers untuk memberi tahu tentang apa yang dilakukan untuk memerangi virus, dari bidang sains dan kesehatan.

    Dia mengatakan banyak penelitian telah dilakukan tentang berapa lama virus bertahan di permukaan setelah pecahnya sindrom pernapasan akut (SARS) pada tahun 2003 lalu.

    "Sebagian besar studi menunjukkan mereka tidak bertahan dengan baik di lingkungan yang panas dan lembab," kata Chuan. "Panas dan lembab artinya lebih dari 30 derajat C, dan dengan tingkat kelembaban lebih dari 80 persen."

    Professor Hsu Li Yang, ketua program penyakit menular di Universitas Nasional Singapura (NUS), Saw Swee Hock School, mengatakan: "Pendingin ruangan adalah sesuatu yang tidak dapat membantu di Singapura, terutama selama musim panas. Tapi ruang tertutup, yang tidak terlalu lembab dan dingin, bisa membantu menyebarkan penyakit pernapasan."

    Para ahli menyarankan bahwa cara lain untuk mengurangi penyebaran penyakit itu adalah dengan menjaga jendela dan pintu tetap terbuka untuk ventilasi ruangan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dalam dokumen yang menguraikan bagaimana mencegah virus corona menginfeksi, korban harus ditangani di kamar yang berventilasi baik.

    Profesor Wang Linfa, direktur untuk program dalam penyakit menular NUS, mengatakan sinar ultra violet dan panas dari matahari dapat membunuh virus itu. "Jika Anda bisa tinggal di bawah matahari untuk sementara waktu, itu akan baik," tambahnya. "Vitamin D juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh."

    STRAITS TIMES 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.