Cerita Virus Corona 'Berpesta' di Jamuan Makan Massal Wuhan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengoperasikan kendaraan untuk menyemprtokan cairan desinfektan setelah meluasnya wabah virus corona baru di Wuhan, provinsi Hubei, China 10 Februari 2020. Korban meninggal akibat terinfeksi virus corona baru tercatat mencapai 1,013 orang. China Daily via REUTERS

    Pekerja mengoperasikan kendaraan untuk menyemprtokan cairan desinfektan setelah meluasnya wabah virus corona baru di Wuhan, provinsi Hubei, China 10 Februari 2020. Korban meninggal akibat terinfeksi virus corona baru tercatat mencapai 1,013 orang. China Daily via REUTERS

    Virus telah menyebar dalam penyakit pneumonia yang tidak jelas penyebabnya sejak awal Desember 2019. Tapi beberapa pernyataan resmi yang dibuat Pemerintah Kota Wuhan tak sejalan dengan kesaksian para dokternya. Klaim yang berulang kali disampaikan adalah bahwa penyebaran virus dari manusia ke manusia terjadi sangat terbatas.

    Zhou Xianwang, wali kota dari wilayah berpenduduk 11 juta jiwa itu, bahkan masih mengatakan itu dalam siaran di televisi pada 21 Januari saat jumah korban sudah mencapai 312 kasus. “Alasan kenapa kami masih menyelenggarakan tradisi jamuan makan massal di Baibuting adalah penilaian awal bahwa epidemik menyebar terbatas di antara mausia. Jadi memang tidak ada cukup peringatan,” katanya.

    Ribuan orang dari lingkungan Baibuting di Wuhan menghadiri jamuan Tahun Baru Imlek. SCMP.com/Ahandout

    Faktanya, peringatan sudah ada setidaknya seminggu sebelum virus diketahui bisa menyebar antar manusia. Dalam sebuah wawancara denan situs berita kesehatan Huxijie pada 27 Desember 2019, ahli penyakit paru-paru di RS Tongji di Wuhan, Zhao Jianping, menyatakan telah mendiagnosa beberapa pasien yang kemungkinan terinfeksi virus corona.

    “Kami tidak mengira penyakit ini bakal parah. Tapi kami yakin ini bisa menyebar antar manusia,” katanya dalam wawancara. Zhao mengaku telah langsung melapor ke Pusat Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Wuhan pada saat itu.

    Komisi Kesehatan Masyakarat Wuhan (WMHC) juga menyatakan telah melapor langsung ke wali kota pada 16 Januari 2020 bahwa virus diduga telah menular antar manusia. Itu artinya dua hari sebelum pesta di Baibuting dan enam hari sebelum Wuhan diisolasi. Sebuah makalah di New England Journal of Medicine menyebut, sudah ada penularan antar manusia yang kontak dekat sejak pertengahan Desember di kota itu.

    Menambah bukti Pemerintah Kota Wuhan yang berusaha menutupi keseriusan penyakit, Li Wenliang, dokter di Rumah Sakt Pusat Wuhan juga telah menginformasikan rekan-rekan sejawatnya dalam sebuah grup percakapan daring pada 30 Desember 2019 tentang tujuh kasus pneumonia misterius. Tapi pada hari yang sama pula, WMHC melarang rumah sakit-rumah sakit membuat pernyataan kepada publik.

    Li bahkan sempat dilaporkan ke kepolisian Wuhan yang memaksanya meneken dokumen berisi pengakuan kalau pernyataannya tidak akurat. Sedikitnya tujuh petugas medis lain mendapat peringatan bersama Li untuk tuduhan meniupkan rumor. Li Wenliang belakangan meninggal pada 1 Februari lalu. Dia diduga tertular virus corona dari pasien yang dirawatnya.

    FINANCIAL TIMES | CNBC


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H