Kampus Merdeka, Monash University akan Bangun Kampus di Indonesia

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mengutip Wakil Direktur Center for Strategic and International Studies Brian Harding, Nadiem Makarim membawa semangat anak muda dan kemampuannya di bidang kewirausahaan ke dalam kabinet Jokowi. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Mengutip Wakil Direktur Center for Strategic and International Studies Brian Harding, Nadiem Makarim membawa semangat anak muda dan kemampuannya di bidang kewirausahaan ke dalam kabinet Jokowi. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, JakartaMonash University akan menjadi universitas asing pertama di Indonesia yang akan membangun kampus di Indonesia. Izin telah dikantongi pasca kunjungan Presiden Jokowi ke negeri itu 8-10 Februari lalu dan tak berselang lama dari kebijakan pendidikan tinggi Mendikbud Nadiem Makarim tentang Kampus Merdeka.  

    Dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo.co, Selasa 11 Februari 2020, kampus Monash Indonesia baru sebatas disebutkan berada di Jakarta. "Akan membuka kelas pasca sarjana, menawarkan gelar Master dan PhD, serta program eksekutif dan kredensial mikro," bunyi keterangan itu.

    Kampus baru disebutkan berbasis penelitian intensif beserta kemitraan dengan industri dan berjalan dengan dukungan penuh dari pemerintah Indonesia dan Australia. Secara khusus, Monash Indonesia juga akan memfasilitasi pertukaran mahasiswa dan sarjana secara dua arah, sekaligus dalam hal inovasi ide dan teknologi.

    “Monash memiliki sejarah panjang dalam hubungannya dengan Indonesia dan berkeinginan untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan komunitas yang berkembang dan inovatif dengan ambisi besar untuk pendidikan dan penelitian,” kata President and Vice-Chancellor Monash University, Profesor Margaret Gardner AC, dalam keterangan tertulis itu.

    Menurutnya, kehadiran kampus Monash University merupakan simbol komitmen Monash untuk Indonesia dan wilayah Asia yang lebih luas. "Serta hubungan penelitian dan pendidikan yang lebih kuat antara Indonesia dan Australia," katanya menambahkan. 

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nadiem Makarim dalam pernyataan yang menyertai keterangan yang sama, mengaku sangat senang Monash University akan mendirikan cabang kampus di Indonesia. Itu, menurutnya, akan membantu mempercepat penguatan sistem pendidikan nasional. "Kemitraan ini akan menjadi yang pertama dari banyak kemitraan lainnya yang akan datang," kata lulusan Harvard University, AS, itu.

    Monash Indonesia berkomitmen memberikan kontribusi yang kuat dan unik dalam perkembangan sosial, ekonomi dan teknologi Indonesia. Melalui kampus baru ini, diharapkan akan menghasilkan keahlian dalam bidang keilmuan yang sedang populer seperti keilmuan data, teknologi digital, infrastruktur, perencanaan kota, industri kreatif, kewirausahaan dan sistem kesehatan publik.

    Dengan mendirikan kampus di Jakarta, Monash University semakin memperkuat komitmennya sebagai universitas yang global. Sebelumnya telah berdiri Universitas Monash Malaysia, serta kampus-kampus mitra lainnya di Suzhou dengan SouthEast University dan Mumbai dengan Indian Institute of Technology Bombay.

    Rencananya, Monash Indonesia akan memulai program eksekutif singkat akhir tahun ini dan mulai menerima kelas mahasiswa pascasarjana angkatan pertamanya pada kuartal empat tahun 2021. Mahasiswa yang menempuh pendidikan di kampus tersebut akan mendapat gelar dari Monash University serta mendapat peluang untuk kolaborasi untuk riset dan mobilitas antar kampus selama menempuh studi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.