Cina Rilis Aplikasi untuk Deteksi Keterkaitan dengan Virus Corona

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Cina telah merilis aplikasi seluler yang melacak orang dan mengingatkan mereka jika mereka telah berhubungan dekat dengan seseorang yang terinfeksi dengan virus corona baru, 2019-nCoV. Aplikasi tersebut dirilis akhir pekan lalu, menurut kantor berita pemerintah Cina, Xinhua.

    Komisi Kesehatan Nasional Cina mendefinisikan kontak dekat sebagai seseorang yang dekat dengan seseorang yang terinfeksi atau diduga terinfeksi. Ini mencakup kasus-kasus potensial, seperti anggota keluarga dan pengasuh serta penumpang dan anggota kru yang berada di kereta atau pesawat yang bersama dengan mereka yang diduga terkena virus.

    Pengguna cukup memindai QR code pada aplikasi populer di Cina seperti WeChat dan QQ, kemudian menyerahkan nama, nomor telepon, dan nomor ID yang dikeluarkan pemerintah untuk meminta informasi tentang apakah mereka telah melakukan kontak dekat dengan siapa pun yang terinfeksi oleh virus.

    Setelah pengguna memasukkan nama dan nomor ID mereka, aplikasi akan memberi tahu apakah mereka berhubungan dekat dengan seseorang yang terinfeksi, dan menambahkan bahwa setiap nomor telepon yang terdaftar dapat menjalankan pencarian untuk tiga nomor ID yang berbeda.

    Jika aplikasi yang disebut 'pendeteksi kontak dekat' menentukan pengguna berisiko, disarankan untuk tetap di rumah dan menghubungi otoritas kesehatan setempat, demikian dikutip laman CNBC, barua-baru ini.

    Ini adalah upaya terbaru pemerintah Cina untuk menggunakan sistem pengawasan yang luas untuk mengekang wabah virus corona baru itu. Virus ini sekarang telah menyebar dari pusat di Wuhan, Cina, ke hampir setiap provinsi Cina dan bahkan ke negara-negara lain, dan telah menginfeksi lebih dari 43.141 dan menewaskan 1.018 orang, yang sebagian besar di Cina daratan.

    Berita yang dibagikan dalam situs web Komisi Kesehatan Nasional Cina, tidak merinci bagaimana aplikasi itu bekerja, tapi hanya mengatakan beberapa lembaga pemerintah bekerja sama untuk memastikan data yang akurat dan andal.

    Perusahaan milik negara Cina Electronics Technology Group Corp (CETC) mengatakan menerima data dari beberapa lembaga pemerintah untuk membuat aplikasi itu, termasuk data dari Komisi Kesehatan Nasional, Kementerian Transportasi, Kereta Api Tiongkok dan Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok.

    CNBC | XINHUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.