Penelitian Baterai Lithium Antar Profesor di UNS Raih Penghargaan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Purwanto (kanan), dosen Universitas Negeri Sebelas Maret, Solo, yang meneliti baterai Litium saat menerima penghargaan dari Indonesia Toray Science Foundation, di Jakarta,Kamis 13 Februari 2020. ANTARA/HO-Humas UNS

    Agus Purwanto (kanan), dosen Universitas Negeri Sebelas Maret, Solo, yang meneliti baterai Litium saat menerima penghargaan dari Indonesia Toray Science Foundation, di Jakarta,Kamis 13 Februari 2020. ANTARA/HO-Humas UNS

    TEMPO.CO, Solo - Penelitian baterai lithium mengantar dosen Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Agus Purwanto, memenangkan "Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) Science and Technology Award". Penghargaan diberikan di Jakarta pada Kamis 13 Februari 2020.

    "Pada penelitian ini saya bersama tim riset di UNS telah berhasil mensitesis bahan berbasis nickel cobalt aluminium oxide (NCA) dan lithium titanat (LTO) sebagai bahan utama baterai lithium," kata Agus menerangkan di Solo, Jawa Tengah, Jumat.

    Selain itu, Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik (FT) UNS tersebut juga mengembangkan metode daur ulang NCA untuk menurunkan biaya produksi.
    "Tim ini juga sudah membangun sistem produksi baterai yang efisien untuk berbagai aplikasi," katanya menambahkan.

    Sebelumnya, Rektor UNS Jamal Wiwoho mengatakan perguruan tinggi itu sudah mulai mengembangkan teknologi baterai lithium sejak 2012. Saat itu sejalan dengan pencanangan program Mobil Listrik Nasional (Molina).

    "Baterai lithium yang dikembangkan UNS saat ini dapat diaplikasikan untuk kendaraan listrik dan alat penyimpan energi dari pembangkit energi yang terbarukan," katanya.

    Saat ini, Jamal mengakui kalau sebagian sebagian besar bahan material yang digunakan untuk produksi baterai lithium masih impor. Itu sebabnya UNS merencanakan pengembangan ke depan akan menggunakan material aktif dengan bahan baku dari dalam negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.