Cina: Sudah Hampir 11 Ribu Pasien Virus Corona yang Sembuh

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di sebuah bangsal di Rumah Sakit Leishenshan di Distrik Jiangxia, Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 8 Februari 2020. Rumah sakit khusus pasien virus Corona yang dibangun secara kilat ini telah dibuka dan melayani pasien gelombang pertama pada Sabtu (8/2). Xinhua/Xiao Yijiu

    Suasana di sebuah bangsal di Rumah Sakit Leishenshan di Distrik Jiangxia, Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 8 Februari 2020. Rumah sakit khusus pasien virus Corona yang dibangun secara kilat ini telah dibuka dan melayani pasien gelombang pertama pada Sabtu (8/2). Xinhua/Xiao Yijiu

    TEMPO.CO, Beijing - Sebanyak 10.844 pasien yang terinfeksi virus corona diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh pada Minggu, 16 Februari 2020. Mereka berasal dari hampir 70 ribu kasus terkonfirmasi virus mematikan yang diberi nama COVID-19 tersebut di seluruh negeri itu.

    Menurut laporan harian Komisi Kesehatan Nasional Cina, pada Minggu terlihat 1.425 orang berjalan keluar dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh kembali. Per hari itu, sebanyak 1.770 warga Cina meninggal akibat virus corona dan 70.548 kasus terkonfirmasi. 

    Provinsi Henan, yang terletak sebelah Provinsi Hubei, melaporkan tiga kematian pada Minggu, dengan dua sisanya berada di Guangdong China tenggara, yang berdekatan dengan Hong Kong.

    Hubei pada Minggu mengumumkan bahwa pihaknya akan lebih memperketat pembatasan lalu lintas guna menghentikan penyebaran virus corona. Pihaknya juga memerintahkan desa dan distrik untuk menerapkan langkah "paling ketat" menghentikan pergerakan masyarakat.

    Sementara itu, dalam pencarian obat untuk mengatasi wabah infeksi virus tersebut, pemerintah Cina telah memiliki daftar lebih dari 80 uji klinis yang sedang berjalan. Di antaranya adalah yang menggunakan obat-obatan HIV dan analog nukleotida Remdesivir.

    Cina juga telah meluncurkan beberapa uji coba dengan klorokuin, obat malaria yang membunuh virus corona baru (baru-baru ini bernama SARS-CoV-2) dalam kultur sel. Dan para peneliti juga sedang mempelajari apakah steroid mengurangi peradangan pada orang dengan COVID-19 yang parah, atau menyebabkan kerusakan.

    NATURE | GISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.