Virus Corona di Kapal Pesiar, Ribuan Penumpang Dibagikan iPhone

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas yang mengenakan masker berjaga di pelabuhan di sebelah kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang 12 Februari 2020. [REUTERS / Kim Kyung-hoon]

    Seorang petugas yang mengenakan masker berjaga di pelabuhan di sebelah kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang 12 Februari 2020. [REUTERS / Kim Kyung-hoon]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Jepang mengirim 2.000 unit iPhone kepada penumpang yang terjebak di kapal persiar Diamond Princess bersama virus corona Covid-19. Kapal pesiar itu beserta isinya kini masih dikarantina di lepas pantai, Pelabuhan Yokohama, Jepang, tak diizinkan merapat ke darat.

    Laman Business Insider menyebut lebih dari 3.500 penumpang dan kru kapal telah dikarantina selama lebih dari seminggu di sana. Para penumpang dan kru tak diperkenankan merapat dan meninggalkan kapal setelah sedikitnya 170 kasus infeksi virus corona terkonfirmasi di atas kapal itu.

    Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi SoftBank dan LINE, belakangan mengirim dan membagikan ponsel iPhone ke atas kapal itu. Dengan ponsel itu, pengguna bisa mengunduh aplikasi yang memungkinkannya konsultasi dengan dokter dan mendapatkan petunjuk medis atas kondisi di atas kapal itu.

    Aplikasi itu hanya bisa diunduh bila iPhone terdaftar di Jepang. Sebaliknya, aplikasi tidak ditemukan untuk iPhone yang tidak teregistrasi di Jepang. Itu sebabnya ada pembagian 2000 unit ponsel iPhone itu atau satu unit per kamar penumpang. "Memungkinkan penggunanya dapat meminta obat, mengatur konsultasi dengan dokter, dan menerima informasi dari pejabat kesehatan tentang kondisi mereka di atas kapal," bunyi keterangan dari kementerian.

    Penumpang melihat dari kabin kapal pesiar Diamond Princess, setelah 10 penumpang terinfeksi virus corona saat tiba di pelabuhan Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, 6 Febrauari 2020. Pasien yang terinfeksi dipindahkan oleh penjaga pantai Jepang ke rumah sakit di daratan Jepang. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Kapal pesiar yang melakukan pelayaran dua minggu itu seharusnya sudah merapat 10 hari yang lalu. Penumpangnya puan menjadi gelisah, mengunggah ulasan beragam ke media sosial, mulai dari soal makanan, layanan kamar, dan mencoba untuk memperingatkan media lokal tentang kurangnya obat-obatan di kapal.

    Sementara itu, sampai dengan Minggu malam, 16 Februari 2020, virus corona COVID-19 telah membunuh 1.670 orang, mayoritas dari Cina daratan. COVID-19 juga dikonfirmasi telah menginfeksi 69.267 orang di setidaknya 29 negara di seluruh dunia.

    BUSINESS INSIDER | 9TO5MAC |MACOTAKARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.