Ilmuwan Amerika Bikin Belalang Cyborg Pelacak Bom

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para ilmuwan menempatkan sensor pada serangga belalang untuk memantau aktivitas saraf. foxnews.com

    Para ilmuwan menempatkan sensor pada serangga belalang untuk memantau aktivitas saraf. foxnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ilmuwan Amerika Serikat mengaku dapat memprogram serangga jenis belalang untuk merasakan berbagai aroma dari sumber yang berbeda, termasuk dari bahan peledak atau bom. Mereka menerima dana dari Angkatan Laut Amerika sebesar US$ 750 ribu sejak 2016 untuk mengerjakan program tersebut.

    Tim ilmuwan itu dipimpin Baranidharan Raman, seorang associate professor di bidang teknik biomedis di Fakultas Ilmu Teknik dan Terapan di Washington University. "Kami berharap bisa mengembangkan dan menunjukkan bukti konsep pendekatan penginderaan kimia bahan peledak berbasis belalang," kata Raman, seperti dikutip laman Fox News, baru-baru ini.

    Dalam makalah penelitian yang diterbitkan BioRxiv, Raman dan timnya mengungkapkan telah menguji belalang mendeteksi gas amonium nitrat--yang beberapa kali terbukti digunakan oleh kelompok teroris untuk membuat bom--serta bahan peledak lain yakni TNT dan RDX.

    hasilnya, robot belalang dapat mengenali lima bahan peledak yang berbeda. Hanya dalam 500 milidetik, pola aktivitas yang berbeda muncul dalam otak belalang saat mengendur setiap bahan kimia itu. Sebelumnya, belalang dipilih karena antena kecilnya dijejali sekitar 50 ribu saraf penciuman.

    Para peneliti memilih belalang juga karena serangga ini dianggap kuat dan dapat membawa muatan. Mereka menanamkan elektroda ke otak belalang untuk menganalisis aktivitas saraf ketika hewan ini berada di sekitar zat yang berbeda.

    FOX NEWS | BIORXIV


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.