Meski Wabah Virus Corona, Foxconn Mulai Produksi iPhone di Cina

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foxconn-Tanamkan-Modal-Besar-di-Amerika

    Foxconn-Tanamkan-Modal-Besar-di-Amerika

    TEMPO.CO, Jakarta - Foxconn, manufaktur untuk iPhone, secara perlahan mulai kembali berproduksi di pabrik utama di Cina, di tengah kekhawatiran wabah virus corona di negara tersebut.

    Dikutip dari Reuters, Jumat, 21 Februari 2020, Foxconn menyatakan pabrik di negara lain seperti India, Vietnam dan Meksiko terus beroperasi dalam kapasitas penuh dengan rencana tambahan untuk mengurangi dampak virus corona.

    Apple beberapa waktu lalu membatalkan pedoman penjualan untuk Maret karena pabrik di Cina melambat setelah liburan Tahun Baru Imlek akibat wabah corona.

    Manufaktur di Cina mengalami berbagai masalah dampak wabah virus corona, antara lain kekurangan tenaga kerja, larangan perjalanan dan karantina.

    Larangan perjalanan berbeda untuk setiap provinsi, kota dan distrik, mengakibatkan kesulitan untuk mengangkut barang.

    Foxconn tidak menjelaskan sejauh mana wabah virus corona akan berdampak pada pendapatan mereka.

    Firma pialang asal Taiwan, KGI, memperkirakan pabrik Foxconn di Cina akan beroperasi 30 hingga 40 persen dari biasanya hingga akhir Februari ini. Pendapatan Foxconn diprediksi anjlok 46 persen dari kuartal keempat tahun lalu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.