Siput Kecil Brunei Dinamai Greta Thunberg

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siput kecil yang ditemukan di hutan Brunei diberi nama Greta Thunberg. Kredit: Taxon Expeditions-Pierre Escoubas

    Siput kecil yang ditemukan di hutan Brunei diberi nama Greta Thunberg. Kredit: Taxon Expeditions-Pierre Escoubas

    TEMPO.CO, Jakarta - Siput berwarna hijau kecokelatan telah ditemukan di hutan belantara Brunei dan dinamai Greta Thunberg. Spesies baru itu - Craspedotropis gretathunberga - memiliki panjang sekitar 2mm dan lebar 1mm dengan tentakel abu-abu dan cangkang cekung.

    Para peneliti mengatakan mereka menamai moluska dengan nama aktivis iklim berusia 17 tahun yang terkenal itu untuk mengakui fakta bahwa generasinya akan bertanggung jawab untuk memperbaiki masalah yang tidak mereka ciptakan.

    Greta Thunberg mengatakan dia 'senang' siput itu dinamai menurut namanya.

    “Siput yang baru saja dinamai itu milik caenogastropoda, sekelompok siput tanah yang dikenal peka terhadap kekeringan, suhu ekstrem, dan degradasi hutan,” kata pakar siput Dr Menno Schilthuizen sebagaimana dikutip Daily Mail, 20 Februari 2020.

    "Semua individu ditemukan sangat dekat dengan stasiun penelitian di kaki lereng bukit yang curam, di sebelah tepi sungai, saat mencari makan di malam hari di dedaunan hijau tanaman bawah."

    Perjalanan ilmuwan dipusatkan di Pusat Studi Lapangan Kuala Belalong. Ilmuwan J.P. Lim adalah orang pertama yang menemukan contoh siput Greta Thunberg yang pertama kali diketahui.

    “Memberi nama siput ini Greta Thunberg adalah cara kami untuk mengakui bahwa generasinya akan bertanggung jawab untuk memperbaiki masalah yang tidak mereka ciptakan,” ujar Lim.

    "Dan itu janji bahwa orang-orang dari semua generasi akan bergabung dengannya untuk membantu."

    Ini adalah invertebrata kedua yang dinamai untuk menghormati aktivis lingkungan dan iklim itu. Tahun lalu, seekor kumbang dinamai menurut namanya. Gretae Nelloptodes ini - yang tidak memiliki nama sebelumnya, meskipun ditemukan 50 tahun yang lalu - tidak memiliki mata, sayap, dan panjangnya hanya 1mm.

    DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.