Gempa Kembali Guncang Kalimantan, BMKG Catat Tiga Kali Sejak 2016

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memandang rumah yang rusak akibat gempa di Tarakan, Kalimantan Utara, 21 Desember 2015. Gempa berkekuatan 6,1 SR terebut berada 29 kilometer timur laut Kota Tarakan pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan tanah. ANTARA FOTO

    Warga memandang rumah yang rusak akibat gempa di Tarakan, Kalimantan Utara, 21 Desember 2015. Gempa berkekuatan 6,1 SR terebut berada 29 kilometer timur laut Kota Tarakan pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan tanah. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan Pulau Kalimantan tidak sepenuhnya aman dari gempa bumi. "BMKG mencatat bahwa gempa merusak juga pernah terjadi di Provinsi Kalimantan Barat," kata dia di Jakarta, Minggu 23 Februari 2020.

    Dia menyebut Gempa Kendawangan Kalimantan Barat terjadi 24 Juni 2016. Gempa saat itu terukur dangkal berkekuatan 5,1 Magnitudo dan menyebabkan beberapa rumah rusak di daerah Kandawangan, Kalimantan Barat.

    Setahun lalu, tepatnya pada 17 Maret 2019, gempa juga menggetarkan Kabupaten Sintang--juga di Kalimantan Barat. Saat itu kekuatannya terukur 3,1 Magnitudo.

    Gempa Sintang juga terjadi Sabtu malam 22 Februari 2020. BMKG mencatat gempa 3,5 Magnitudo menggoyang wilayah Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, pada pukul 22.36.59 WIB. 

    Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa lokasi episentrum gempa terletak pada koordinat 0,58 Lintang Utara dan 111,33 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer. Jalur sesar penyebab gempa itu diduga memiliki kaitan dengan gempa yang terjadi setahun lalu.

    "Jika kita mencermati peta geologi Provinsi Kalimantan Barat, tampak bahwa lokasi episenter gempa Sintang berada pada jalur sesar naik," kata Daryono.

    Seorang warga Dusun Sepan Kebantan, Desa Sungai Deras, Kecamatan Ketungau Hilir, menyatakan sempat panik dan berupaya membangunkan anggota keluarga lainnya untuk segera keluar rumah saat merasakan gempa Sabtu malam.

    Guncangan yang terjadi diperkirakan mencapai skala intensitas II MMI yang artinya guncangan dirasakan oleh warga meski tidak menimbulkan kerusakan. Guncangan gempa tersebut dicatat dengan baik oleh sensor seismik milik BMKG di Pulau Kalimantan, seperti stasiun seismik KSM, SBM, DBKI, dan BBKI.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.