Kasus Virus Corona Meningkat, Dokter RSHS Bandung Beri Peringatan

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis berjaga-jaga setelah mewabahnya virus corona di sebuah rumah sakit di Daegu, Korea Selatan, 23 Febrauri 2020.  Warga Korea Selatan yang terinfeksi virus corona sejauh ini mencapai 763 kasus. Yonhap via REUTERS

    Petugas medis berjaga-jaga setelah mewabahnya virus corona di sebuah rumah sakit di Daegu, Korea Selatan, 23 Febrauri 2020. Warga Korea Selatan yang terinfeksi virus corona sejauh ini mencapai 763 kasus. Yonhap via REUTERS

    TEMPO.CO, Bandung - Tim Infeksi Khusus Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengingatkan warga agar tidak melancong ke luar negeri, untuk mengantisipasi penularan virus Corona (Covid-19). “Kalau tidak betul-betul perlu, tidak usah ke luar negeri,” kata anggota tim Anggraeni Alam di RSHS Bandung, Senin, 24 Februari 2020.

    Menurutnya, penyakit baru virus Corona di Cina dilaporkan sudah banyak menurun. Namun, di luar negara temuan awal virus baru itu kasusnya sedang meningkat. “Seperti di Italia, Iran, semua angka kasusnya naik,” ujarnya. Di negara jiran pun masih muncul kasus baru.

    Anggraeni mengatakan infeksi Covid-19 masih terus berjalan di luar Cina. Beberapa penerbangan telah menghentikan sementara layanan ke berbagai kota yang terjangkit. Beberapa negara pun mengeluarkan travel warning. “Seperti Jepang, bahkan Korea Selatan telah menutup semua,” kata dia.

    Adapun bagi para pelancong yang baru datang dari negara lain, dia minta untuk segera menghubungi layanan kesehatan terdekat jika mengalami gejala demam atau batuk. Selama sakit diminta memakai masker dan tidak naik kendaraan umum. Ketika ke rumah sakit pun diminta tidak mengantar pasien secara beramai-ramai. “Buka jendela kalau pakai mobil semakin baik, tidak pakai AC,” ujarnya.

    Sementara itu Direktur RSHS Bandung Nina Susana Dewi meminta rumah sakit atau Puskesmas memantau pasien dengan gejala yang mirip infeksi Covid-19. Menurutnya, gejala seperti demam tinggi, flu, batuk, tanpa diiringi sesak nafas tidak perlu dirujuk ke rumah sakit seperti RSHS Bandung. “Masih tergolong orang dalam pemantauan bisa ditangani Puskesmas atau rumah sakit setempat. Kalau memburuk baru dirujuk atau pulang dari Wuhan langsung diisolasi,” ujarnya.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.