Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Roket R-Han 122, Dampak Virus Corona

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roket R-Han 122 B produksi Pindad (pindad.com)

    Roket R-Han 122 B produksi Pindad (pindad.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bersama sejumlah instansi lain sedang mengembangkan kemampuan untuk bisa memproduksi sendiri roket pertahanan, R-Han 122B, untuk kebutuhan Korps Marinir TNI. Selama ini kebutuhan ribuan roket jenis itu diimpor setiap tahunnya.

    Berita terpopuler lainnya adalah produsen ponsel Cina, Xiaomi, terpaksa menunda rilis sistem operasi pembaruan MIUI 11 untuk  smartphone  tertentu gara-gara wabah virus corona. Langkah-langkah sanitasi yang diambil oleh Beijing untuk menghentikan epidemi virus itu memang mengharuskan produsen Cina mengubah kalender mereka.

    Dan Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan Pulau Kalimantan tidak sepenuhnya aman dari gempa bumi.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Roket untuk Militer, Indonesia Siap Produksi Mandiri R-Han 122B

    Roket R-Han 122B yang sedang dikembangkan di Pusat Teknologi Roket, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Rumpin, Bogor, seperti terlihat pada Jumat 21 Februari 2020. Roket R-Han digunakan Marinir TNI AL dan selama ini impor. TEMPO/WURAGIL

    Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bersama sejumlah instansi lain sedang mengembangkan kemampuan untuk bisa memproduksi sendiri roket pertahanan, R-Han 122B, untuk kebutuhan Korps Marinir TNI. Selama ini kebutuhan ribuan roket jenis itu diimpor setiap tahunnya.

    “Kami sedang men-substitusi-nya supaya mandiri dan saat ini sudah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Pertahanan,” kata Kepala Pusat Teknologi Roket di Lapan, Sutrisno, mengungkapkan saat ditemui di kantornya di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jumat 21 Februari 2020.

    Sutrisno menyebut produksi R-Han 122B dilakukan lewat konsorsium yang melibatkan di antaranya PT Pindad. Serangkaian uji statis dan dinamis telah dilakukan sejak 2015. "Kalau sudah ada kajian ekonominya, kami akan bangun ekosistem industrinya," kata dia mengungkapkan.

    2. Xiaomi Susul OnePlus, Realme dan Vivo Terdampak Virus Corona

    Xiaomi memecahkan rekor Guinness untuk unboxing produk dengan 703 peserta, 21 Desember 2019, di New York. (ithome.com)

    Produsen ponsel Cina, Xiaomi, terpaksa menunda rilis sistem operasi pembaruan MIUI 11 untuk smartphone tertentu gara-gara wabah virus corona. Langkah-langkah sanitasi yang diambil oleh Beijing untuk menghentikan epidemi virus itu memang mengharuskan produsen Cina mengubah kalender mereka.

    Untuk Xiaomi, beberapa model harus menunggu beberapa minggu untuk bisa mendapatkan MIUI 11 berdasarkan pembaruan Android 10. Seperti dikutip dari GizChina, Xiaomi mengumumkan penundaan itu lewat media sosial Cina Weibo. 

    Sebagai tindakan penanggulangan wabah virus corona, pemerintah Cina sebenarnya masih melarang operasional sebagian besar bisnis dan pabrik di negara itu. Namun beberapa hari yang lalu, sebagian kegiatan dibuka kembali.

    3. Gempa Kembali Guncang Kalimantan, BMKG Catat Tiga Kali Sejak 2016

    Warga memandang rumah yang rusak akibat gempa di Tarakan, Kalimantan Utara, 21 Desember 2015. Gempa berkekuatan 6,1 SR terebut berada 29 kilometer timur laut Kota Tarakan pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan tanah. ANTARA FOTO

    Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan Pulau Kalimantan tidak sepenuhnya aman dari gempa bumi. "BMKG mencatat bahwa gempa merusak juga pernah terjadi di Provinsi Kalimantan Barat," kata dia di Jakarta, Minggu 23 Februari 2020.

    Dia menyebut Gempa Kendawangan Kalimantan Barat terjadi 24 Juni 2016. Gempa saat itu terukur dangkal berkekuatan 5,1 Magnitudo dan menyebabkan beberapa rumah rusak di daerah Kandawangan, Kalimantan Barat.

    Setahun lalu, tepatnya pada 17 Maret 2019, gempa juga menggetarkan Kabupaten Sintang--juga di Kalimantan Barat. Saat itu kekuatannya terukur 3,1 Magnitudo. Gempa Sintang juga terjadi Sabtu malam 22 Februari 2020. BMKG mencatat gempa 3,5 Magnitudo menggoyang wilayah Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, pada pukul 22.36.59 WIB. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.