Wakil Menteri Kesehatan Iran Positif Virus Corona dan Dikarantina

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan Iran berjalan mengenakan masker pelindung untuk mencegah tertular virus Corona di Grand Bazaar di Teheran, Iran, 20 Februari 2020. [WANA/Reuters]

    Seorang perempuan Iran berjalan mengenakan masker pelindung untuk mencegah tertular virus Corona di Grand Bazaar di Teheran, Iran, 20 Februari 2020. [WANA/Reuters]

    TEMPO.CO, Dubai - Wakil Menteri Kesehatan Iran dinyatakan positif tertular virus corona. Reuters memberitakannya berdasarkan laporan dari kantor berita semiresmi Iran, ISNA, Selasa 25 Februari 2020.

    Juru bicara kementerian kesehatan dalam wawancara dengan televisi negara membenarkan bahwa Wakil Menteri Kesehatan Iraj Harirchi terinfeksi virus corona. Harirchi saat ini sedang dikarantina.

    Sementara itu, dua lagi warga Iran meninggal karena virus corona yang sedang mewabah dari Wuhan, Cina. Angka jumlah korban meninggal ini dilaporkan media daring Eghtesadonline.

    Tambahan dua orang yang meninggal itu menambah jumlah total kematian di Iran menjadi 15 orang per Selasa ini dan menjadikannya tertinggi di luar Cina. "Menurut hasil pengujian, mereka mengidap virus corona," kata kepala Universitas Kedokteran Saveh soal dua korban jiwa baru tersebut. 

    Pada Senin, Kementerian Kesehatan mengatakan sudah 61 orang yang terinfeksi virus corona di Iran. Pihak berwenang telah memerintahkan agar konser-konser di seluruh negeri dibatalkan serta sekolah-sekolah, universitas dan kompleks olahraga ditutup sebagai pencegahan penyebaran virus bernama resmi COVID-19 itu.

    Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia, WHO, telah menyatakan mencemaskan merebaknya kasus virus corona di Iran. "Sebanyak 18 kasus positif dan empat meninggal hanya dalam dua hari ini sangat mencemaskan," bunyi pernyataan dari Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, pada Jumat pekan lalu.

    Sebelumnya, Iran menyatakan 13 kasus positif baru muncul di Qom (7), Teheran (4) dan Gilan (2). WHO lalu memastikan satu kasus infeksi lainnya pada seorang perempuan berusia 45 tahun di Libanon juga terkait dengan penularan di Iran. 

     

    Kementerian Kesehatan Iran memberi konfirmasi kalau virus corona merebak di beberapa kota di negeri itu dimulai dari Qom, kota asal dua pasien pertatama yang meningal. Qom adalah sebuah kota suci bagi muslim Syiah terletak 75 mil sebelah selatan ibukota Teheran. 

    "Kemungkinan sumber penyakit ini dari pekerja Cina yang bekerja di Qom yang sebelumnya baru kembali dari negeri asalnya," kata pejabat Kementerian Kesehatan Iran, Minou Mohrez, dikutip dari kantor berita IRNA, pada pekan lalu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.