Begini Wakil Menteri Kesehatan Iran Umumkan Tertular Virus Corona

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Iran memakai masker pelindung saat berjalan di sebuah jalan di Kota Teheran, Selasa 25 Februari 2020. Iran menjadi negara di luar Cina dengan jumlah kematian tertinggi akibat virus Corona atau COVID-19 per hari ini sejak virus itu mewabah Desember lalu. ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/Nazanin Tabatabaee/wsj.

    Warga Iran memakai masker pelindung saat berjalan di sebuah jalan di Kota Teheran, Selasa 25 Februari 2020. Iran menjadi negara di luar Cina dengan jumlah kematian tertinggi akibat virus Corona atau COVID-19 per hari ini sejak virus itu mewabah Desember lalu. ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/Nazanin Tabatabaee/wsj.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan Iran telah terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona COVID-19 yang sedang mewabah di Cina. Tes terhadapnya dilakukan di tengah jumlah kasus infeksi virus corona di negeri itu yang terus bertambah.

    Iraj Harirchi, Wamen Kesehatan Iran, sudah tampak batuk-batuk dan berkeringat ketika tampil memberikan keterangan pers bersama juru bicara pemerintahan Iran, Ali Rabiei, pada Senin 24 Februari 2020. Lewat rekaman video yang disiarkan stasiun televisi milik pemerintah Iran, Selasa, Iraj menunjukkan ketegarannya dengan mengumumkan kalau dia telah tertular virus itu.

    "Saya juga tertular virus corona," katanya dalam video yang kelihatannya dibuatnya sendiri itu. "Saya mengalami demam semalam dan hasil tes awal pada tengah malam tadi menunjukkan positif." 

    Segera setelahnya Iraj mengaku langsung mengisolasi diri. "Baru beberapa menit lalu saya diberitahu kalau hasil tes sudah final, dan kini saya mulai menjalani pengobatan," katanya menambahkan. 

    Seorang anggota parlemen yang mewakili daerah pemilihan Teheran, Mahmoud Sadeghi, juga terkonfirmasi yang sama. Tapi dia  tak setegar Iraj. "Hasil tes virus corona dalam tubuh saya positif... Saya tidak berharap banyak lagi untuk bisa melanjutkan hidup di dunia ini," katanya lewat unggahan di Twitter. 

    Sementara itu, Iran mengkonfirmasi tiga lagi korban meninggal dan 34 kasus infeksi baru virus corona pada Selasa 25 Februari 2020. Total, korban meninggal menjadi 15 orang dan yang sakit 95 orang, menjadikan Iran negara dengan korban meninggal terbanyak di luar Cina. 

    Menurut data Kementerian Kesehatan Iran, kebanyakan kematian dan kasus infeksi yang terjadi di luar Kota Qom terjadi pada orang-orang yang baru saja berkunjung ke kota suci itu. Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, mengatakan 16 kasus terbaru berasal dari Qom, sembilan dari Teheran, dan masing-masing dua dari lborz, Gilan dan Mazandaran.

    Virus corona kelihatannya juga menyebar lebih luas karena tiga kasus terbaru lainnnya dilaporkan masing-masing di Provinsi Fars dan Khorasan Razavi, juga di Pulau Qeshm.

    Meski disadari sebagai pusat penyebaran virus corona di Iran, Qom tak diisolasi. Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki beralasan isolasi adalah metode kuno. 

    "Kami tak setuju cara mengisolasi sebuah kota karena kami percaya masyarakat sudah cukup paham untuk tidak bepergian dari kota asal mereka yang sudah terinfeksi ke tempat lain," katanya seperti dikutip dari kantor berita semiresmi ISNA. 

    ALJAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.