Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Virus Corona Iran, Roket Rumpin

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi (kiri) saat konferensi pers bersama juru bicara pemerintah Iran, Rabiei, pada Senin, 24 Februari 2020.[Twittter Abas Aslani/@AbasAslani]

    Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi (kiri) saat konferensi pers bersama juru bicara pemerintah Iran, Rabiei, pada Senin, 24 Februari 2020.[Twittter Abas Aslani/@AbasAslani]

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang Wakil Menteri Kesehatan Iran telah terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona COVID-19. Virus ini sedang mewabah di Cina dan Iran menjadi  negara di luar Cina dengan korban jiwa tertinggi karena virus yang sama. 

    Berita terpopuler lainnya adalah para ilmuwan menganalisis sisa-sisa burung yang diawetkan dengan sangat baik dan memperkirakan usianya sekitar 46 ribu tahun. Hasil analisis telah dipublikasi dalam jurnal Communications Biology.

    Selain keduanya, ada artikel tentang Pusat Teknologi Roket yang berlokasi terpencil dan jauh dari permukiman. Lokasi itu rupanya bukan tanpa alasan, dan mereka 'tidak senang' jika terusik. Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno sepanjang hari ini Rabu 26 Februari 2020:

    1. Begini Wakil Menteri Kesehatan Iran Umumkan Tertular Virus Corona

    Wakil Menteri Kesehatan Iran telah terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona COVID-19 yang sedang mewabah di Cina. Tes terhadapnya dilakukan di tengah jumlah kasus infeksi virus corona di negeri itu yang terus bertambah.

    Iraj Harirchi, Wamen Kesehatan Iran, sudah tampak batuk-batuk dan berkeringat ketika tampil memberikan keterangan pers bersama juru bicara pemerintahan Iran, Ali Rabiei, pada Senin 24 Februari 2020. Lewat rekaman video yang disiarkan stasiun televisi milik pemerintah Iran, Selasa, Iraj menunjukkan ketegarannya dengan mengumumkan kalau dia telah tertular virus itu.

    "Saya juga tertular virus corona," katanya dalam video yang kelihatannya dibuatnya sendiri itu. "Saya mengalami demam semalam dan hasil tes awal pada tengah malam tadi menunjukkan positif." 

    2. Ilmuwan Temukan Burung yang Dibekukan Selama 46 Ribu Tahun

    Baru-baru ini, seekor burung yang diawetkan dengan sangat baik ditemukan terkunci di lapisan permafrost di timur laut Siberia. Para ilmuwan menganalisis sisa-sisa burung itu dan memperkirakan usianya sekitar 46 ribu tahun dan mempublikasikan dalam jurnal Communications Biology.

    Nicolas Dussex, penulis utama penelitian, mengatakan fakta bahwa spesimen yang begitu kecil dan rapuh itu hampir utuh juga menunjukkan bahwa kotoran/lumpur telah diendapkan secara bertahap. “Tanahnya relatif stabil sehingga bangkai burung bertahan dalam keadaan yang dekat dengan zamannya,” kata dia, superti dikutip laman BGR, Minggu, 23 Februari 2020.

    Siberia adalah salah satu tempat ditemukannya banyak fosil makhluk hidup yang berusia jutaan tahun laman. Para peneliti yang bekerja di wilayah tersebut telah menemukan segala macam hewan yang tetap beku selama puluhan ribu tahun sebelum ditemukan.

    3. Pusat Teknologi Roket Lapan Cemaskan Perkembangan Perumahan

    Bukan tanpa alasan kalau lokasi Pusat Teknologi Roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Rumpin, Kabupaten Bogor, terpencil di daerah yang relatif sepi. Untuk mencapainya dari jalan raya Rumpin harus melewati jalan desa yang penuh kubangan setelah sebelumnya menyeberangi sebuah pangkalan dan landasan udara milik TNI.

    Menristek Bambang Brodjonegoro saat berkunjung dan melihat roket RX 450 di Pusat Teknologi Roket, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jumat 21 Februari 2020. TEMPO/WURAGIL.

    Kepala Pusat Teknologi Roket, Sutrisno, menerangkan bahwa lokasi terpencil dan jauh dari permukiman memang dibutuhkan oleh setiap pusat pengembangan dan uji roket. “Roket itu memiliki fungsi ganda, untuk sipil dan juga militer..itu artinya ada risiko ledakan,” katanya menerangkan saat ditemui di kantornya, Jumat 21 Februari 2020 lalu.

    Risiko itu, dia menuturkan, mensyaratkan kawasan uji yang harus steril dari aktivitas masyarakat. Selain untuk keselamatan, sterilisasi juga untuk kepentingan keamanan. “Saat ini rumah penduduk terdekat dengan lokasi uji ini sudah berjarak 516 meter,” katanya mengungkapkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.