Diadu Lawan Virus Corona, Formula Curcumin akan Diuji pada Hewan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi teh curcumin. shutterstock.com

    Ilustrasi teh curcumin. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim peneliti di Professor Nidom Foundation (PNF) sedang menguji formula curcumin, zat aktif dalam rimpang atau empon-empon, untuk melawan patogen (virus, bakteri, dan parasit). Terbuka kemungkinan untuk mengujinya pula sebagai obat infeksi virus corona COVID-19 yang saat ini sedang mewabah di Cina. 

    Ketua Tim Riset CoV-Formulasi Vaksin PNF, Chaerul Anwar Nidom, mengatakan kalau timnya sedang menunggu hewan percobaan untuk menjalankan uji tersebut. Ada dua formulasi yang sudah disiapkan dari jenis-jenis rimpang seperti jahe-jahean, kunyit, temulawak, dan sereh untuk diuji. "Formulasi ini akan diujikan pada sel (invitro) dan pada hewan coba (laboratorium)," kata dia saat dihubungi, Kamis 27 Februari 2020.

    Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga itu menuturkan, hewan yang digunakan uji lab mulai tingkat rendah, seperti tikus, kelinci sampai dengan tingkat tinggi seperti ferret dan monyet. Kemudian, Nidom melanjutkan, diukur tingkat pengendalian konsentrasi sitokin dalam masing-masing hewan.

    Langkah selanjutnya dilakukan pada hewan coba lagi, tapi setelah hewan diberi formulasi tersebut, kemudian ditantang dengan patogen (virus, bakteri dan parasit). Virus yang digunakan mulai dari Virus Flu atau Flu Burung.

    "Syukur kalau dalam waktu dekat kami mendapatkan virus COVID-19, sehingga bisa dilaksana uji tantang dengan virus itu," katanya sambil menambahkan, "Kalau tidak ada kami akan gunakan virus corona lainnya."

    Harapannya, setelah semua tahapan uji itu dilakukan bisa diketahui formulasi-formulasi itu cocok dengan patogen apa. Menurut Nidom, ini dalam rangka menyiapkan evident base (bukti ilmiah) bahwa empon-empon bisa digunakan untuk mengendalikan badai sitokin baik yang disebabkan oleh COVID-19 atau virus corona lainnya.

    "Kalau pengujian pada hewan tidak lama, satu bulan sudah selesai ujinya. Jadi tatkala hewan sudah kami dapat, bisa segera dimulai," kata Nidom sambil menambahkan, formulasi-formulasi tersebut akan ditujukan untuk penyakit-penyakit yang spesifik. Selain flu termasuk Flu Burung dan COVID-19, juga untuk malaria, dan lain-lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.