Kencing Alkohol dan Sindrom Auto-Brewery, Simak Penjelasannya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menahan pipis atau kencing. Shape.com

    Ilustrasi menahan pipis atau kencing. Shape.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim dokter di Rumah Sakit Pusat Medis Presbyterian University of Pittsburgh di Pennsylvania, Amerika Serikat menemukan kasus unik dalam sindrom auto-brewery dalam tubuh manusia. Seorang perempuan, pasien di rumah sakit, memiliki air kencing yang mengandung kadar alkohol tinggi sekalipun dia tak pernah minum alkohol.

    Hasil uji membuktikan kalau perempuan berusia 61 tahun pasien diabetes dan sirosis hati itu jujur tak pernah konsumsi alkohol. Tapi kandungan alkohol dalam urine-nya bisa digolongkan sangat ekstrem. Bahkan kadar itu bisa tercium. Belakangan diketahui urine perempuan itu mengandung ragi. "Ini tidak biasa," kata Kenichi Tamama, ahli patologi di rumah sakit itu, seperti dikutip dari New Scientist.

    Kandungan ragi itu yang kemudian diduga 'berkolaborasi' dengan kadar gula berlebih (karena diabetes). Ragi memfermentasi gula menjadi alkohol dan jadilah air seni perempuan itu bak output pabrik minuman keras.

    Kasus ini berbeda dengan laporan sindrom auto-brewery biasanya, di mana ragi dalam usus tampaknya menghasilkan alkohol yang diserap ke dalam aliran darah. Individu dengan sindrom ini memiliki kadar alkohol yang tinggi dalam darah mereka, dan dapat mengalami kelemahan mental bersama dengan gejala lainnya.

    "Sangat menarik bahwa itu bisa terjadi di kandung kemih juga," kata Fahad Malik di Universitas Alabama di Birmingham. Dia mengungkap menerima 40 sampai 50 email per hari dari orang-orang yang berpikir mereka mungkin juga memiliki urine yang sama dengan si pasien. .

    "Awalnya saya pikir itu adalah kondisi yang sangat langka," kata Malik. "Tapi semakin saya menjangkau orang, semakin saya menyadari bahwa banyak orang mungkin memilikinya dan tidak terdiagnosis."

    NEW SCIENTIST | ANNALS OF INTERNAL MEDICINE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.