Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Bulan, Ibu Kota Baru, Virus Corona

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Virus corona COVID-19 terlihat berwarna kuning, muncul dari sel (berwarna biru dan merah muda) yang dikultur di laboratorium. Gambar ini dari pemindaian mikroskop elektron. Kredit: NIAID-RML

    Virus corona COVID-19 terlihat berwarna kuning, muncul dari sel (berwarna biru dan merah muda) yang dikultur di laboratorium. Gambar ini dari pemindaian mikroskop elektron. Kredit: NIAID-RML

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini, Jumat 28 Februari 2020, dimulai dari topik tentang tim peneliti di Professor Nidom Foundation (PNF) sedang menguji formula curcumin, zat aktif dalam rimpang atau empon-empon, untuk melawan patogen termasuk virus corona COVID-19. Ketua Tim Riset CoV-Formulasi Vaksin PNF, Chaerul Anwar Nidom, mengatakan kalau timnya sedang menunggu hewan percobaan untuk menjalankan uji tersebut dan sampel virus.

    Selain soal virus corona, berita terpopuler lainnya adalah tentang CEO Microsoft Satya Nadella menyebut rancangan ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur sangat menginspirasi. "Rasanya saya mau pindah ke sana besok," canda Nadella, dalam sesi wawancara khusus, Kamis 27 Februari 2020.

    Ada pula artikel tentang Bumi memiliki Bulan baru seukuran mobil. Bulan mini seukuran mobil Tesla Roadster itu terekam sebagai obyek redup yang bergerak cepat melintasi langit oleh astronom di Catalina Sky Survey, Arizona, Amerika Serikat, pada 19 Februari 2020.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno sepanjang pagi hingga petang hari ini,

    1. Diadu Lawan Virus Corona, Formula Curcumin akan Diuji pada Hewan

    Tim peneliti di Professor Nidom Foundation (PNF) sedang menguji formula curcumin, zat aktif dalam rimpang atau empon-empon, untuk melawan patogen (virus, bakteri, dan parasit). Terbuka kemungkinan untuk mengujinya pula sebagai obat infeksi virus corona COVID-19 yang saat ini sedang mewabah di Cina. 

    Ketua Tim Riset CoV-Formulasi Vaksin PNF, Chaerul Anwar Nidom, mengatakan kalau timnya sedang menunggu hewan percobaan untuk menjalankan uji tersebut. Ada dua formulasi yang sudah disiapkan dari jenis-jenis rimpang seperti jahe-jahean, kunyit, temulawak, dan sereh untuk diuji. "Formulasi ini akan diujikan pada sel (invitro) dan pada hewan coba (laboratorium)," kata dia saat dihubungi, Kamis 27 Februari 2020.

    Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga itu menuturkan, hewan yang digunakan uji lab mulai tingkat rendah, seperti tikus, kelinci sampai dengan tingkat tinggi seperti ferret dan monyet. Kemudian, Nidom melanjutkan, diukur tingkat pengendalian konsentrasi sitokin dalam masing-masing hewan.

     

    2. Begini Rancangan Ibu Kota Baru ala Jokowi Memukau Microsoft

    CEO Microsoft Satya Nadella menyebut rancangan ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur sangat menginspirasi. "Rasanya saya mau pindah ke sana besok," canda Nadella, dalam sesi wawancara khusus, Kamis 27 Februari 2020.

    Dalam Microsoft DevCon Digital Economy Summit di Jakarta, Kamis pagi, Presiden Joko Widodo memang memutarkan video rencana ibu kota baru Indonesia tersebut. Ketika melihat video tersebut, Nadella mengaku teringat ketika Microsoft merancang kampus, sebutan untuk markas besar perusahaan teknologi itu, di Seattle, Amerika Serikat.

    Pembangunan kampus tersebut, termasuk soal perencanaan dan keamanan, menurut Nadella, tidak sebesar rencana pembangunan ibu kota baru Indonesia. Itu sebabnya Nadella menyadari akan ada banyak tantangan terkait infrastruktur ibu kota baru, yang membutuhkan begitu banyak perencanaan dan pendanaan.

    3. Bumi Punya Bulan Baru Seukuran Mobil Tesla Roadster

    Bumi memiliki Bulan baru seukuran mobil. Bulan mini itu terekam sebagai obyek redup yang bergerak cepat melintasi langit oleh astronom di Catalina Sky Survey, Arizona, Amerika Serikat, pada 19 Februari 2020. Beberapa hari berikutnya, peneliti di enam observatorium lain di seluruh dunia pun bisa melihat obyek yang dilabeli CD3 2020 itu mengitari Bumi.

    Berdasarkan orbitnya, dipastikan bahwa obyek berdiameter 1,9-3,5 meter itu telah terperangkap dan terikat gravitasi Bumi selama sekitar tiga tahun. Benda tersebut mengitari Bumi setiap 47 hari dalam orbit oval yang kebanyakan berada di sisi luar orbit bulan.

    Ini sebenarnya bukan kejadian pertama. Sebuah asteroid 2006 RH120 juga pernah terperangkap yang sama pada September 2006 hingga Juni 2007 sebelum bisa melepaskan diri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.