Penjualan Awal Galaxy S20 Suram di Tengah Wabah Virus Corona

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model memamerkan bagian depan dan belakang Samsung Galaxy S20 Ultra di Hotel Rafles, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Februari 2020. TEMPO/Khory

    Model memamerkan bagian depan dan belakang Samsung Galaxy S20 Ultra di Hotel Rafles, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Februari 2020. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan smartphone Samsung Galaxy S20 tidak bergairah  pada hari pertama mereka, dengan 50 persen lebih rendah dari pendahulunya. Hal itu berlangsung di tengah penyebaran wabah virus corona, sumber industri mengatakan Jumat, 28 Februari 2020, sebagaimana dikutip Korea Herald.

    Samsung menjual sekitar 70.800 unit seri smartphone terbaru di pasar domestik pada hari Kamis, jauh lebih rendah dari angka hari pertama untuk seri sebelumnya, ponsel Galaxy S10, yang diluncurkan pada Maret tahun lalu, menurut orang dalam industri.

    Seri Galaxy S10 terjual 140.000 unit pada hari pertama, sedangkan smartphone Galaxy Note 10 terjual 220.000 unit ketika diluncurkan pada Agustus.

    "Penjualan dipengaruhi oleh penurunan tajam dalam diskon untuk ponsel baru dan jumlah pengunjung ke toko offline karena ketakutan akan infeksi virus corona," kata seorang pejabat dari perusahaan telekomunikasi setempat.

    Subsidi yang lebih rendah dari yang diharapkan juga menyebabkan penjualan suram, kata mereka.

    Seri Galaxy S20, yang diluncurkan awal bulan ini di San Francisco, memiliki tiga model - S20, S20 Plus dan S20 Ultra.

    Entry-level S20 dijual seharga 1,248 juta won (Rp 14,8 juta) di Korea, sedangkan S20 Plus mid-range memiliki banderol harga 1,35 juta won (Rp 16 juta). S20 Ultra high-end, yang memiliki kamera 108 megapiksel, hadir dengan banderol harga 1,59 juta won (Rp 18,9 juta).

    Korea Selatan melaporkan 256 kasus virus corona baru pada hari Jumat pagi, sehingga jumlah orang yang terinfeksi menjadi 2.022. Negara itu mengidentifikasi kasus virus pertamanya pada 20 Januari.

    KOREA HERALD | YONHAP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.