Di Jepang, Ada Email Hati-hati Virus Corona Ternyata Mencuri Data

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Wabah virus corona COVID-19 tak hanya ditumpangi berita-berita palsu ataupun hoax (disinformasi). Peretas jahat pun memanfaatkannya sebagai kedok atau umpan pencurian data pribadi. Mereka mengirim perangkat lunak melalui email yang disamarkan sebagai informasi panduan tentang bahaya virus corona untuk mencuri akses ke komputer atau smartphone.

    Para pakar keamanan telah menemukan modus ini di Jepang. Virus menyebar dengan cepat setelah berhasil mendorong para penerima pesan untuk membuka lampiran untuk mempelajari lebih lanjut. Lampiran itu ternyata memberi para peretas akses ke komputer atau smartphone korban, memungkinkan untuk memanen data pribadi dan menginfeksinya dengan virus.

    Hacker dengan demikian telah mengambil keuntungan dari ketakutan orang-orang di dunia akan wabah penyakit yang dibawa virus corona. Hingga pagi ini, Senin 2 Maret 2020, wabah virus corona yang menyebar dari Wuhan, Cina, itu telah menyebabkan 2.996 orang meninggal yang sebagian besar di Cina daratan. Sementara, jumlah infeksi yang terkonfirmasi positif sebanyak 88.382 kasus di 68 negara, juga sebagian besar di Cina.

    Perusahaan keamanan siber IBM X-Force dan Kasperky mengungkap email dari para hacker itu menyaru sebagai pemberitahuan darurat virus corona. Email tampaknya dikirim oleh penyedia layanan kesejahteraan penyandang cacat di Jepang, yang memperingatkan penerima bahwa wabah telah menyebar ke bagian-bagian tertentu negara itu. Untuk membuat email tampak otentik, peretas menambahkan footer di bagian bawah, lengkap dengan alamat pos serta nomor telepon dan faks.

    Analis Kaspersky, Anton Ivanov mengatakan, "Virus corona, yang saat ini sedang diperdebatkan di media, telah digunakan sebagai umpan oleh penjahat siber."

    Sejauh ini, Kaspersky hanya mengidentifikasi sepuluh file unik, menyamar dengan kedok file pdf, mp4, docx tentang virus corona. Tapi karena jenis kegiatan ini umum untuk topik media populer, jumlahnya diperkirakan akan meningkat. "Ketika orang terus khawatir tentang kesehatan mereka, dokumen palsu yang dikatakan mendidik tentang virus corona mungkin menyebarkan semakin banyak malware," kata Ivanov.

    DAILY MAIL | IBM X-FORCE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.