80 Persen Pasien Virus Corona Sembuh, Tak Perlu Panik

Warga memeriksakan kesehatannya di Pos Pemantauan Virus Corona RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Selasa 3 Maret 2020. Menurut Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSPI Sulianti Saroso Tiursani Idawati, pos yang dibuka 24 jam gratis dan mulai dibuka pada minggu ketiga Januari itu mengalami peningkatan empat kali lipat pascapresiden mengumumkan dua orang positif Corona di Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Bandung - Wakil Ketua Tim Dokter Infeksi Khusus Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung Anggraini Alam mengatakan masyarakat Indonesia tidak perlu panik berlebihan dengan penyebaran virus corona COVID-19.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rata-rata 80 persen pasien yang terinfeksi virus Corona (COVID-19) secara global tergolong ringan dan bisa sembuh sendiri, walau kini belum ada obat apalagi vaksinnya. “Seperti halnya sakit virus lain artinya (pasien Corona) bisa sembuh sendiri, itu khasnya penyakit virus,” ujarnya kepada Tempo.

Gejala infeksi COVID-19, menurut Anggraini, tidak bisa dibedakan dengan flu biasa namun sudah ada kriteria kasusnya dari WHO dan Kementerian Kesehatan yang jadi panduan dokter.

Data lain misalnya rata-rata 20 persen dari total kasus global pasien terinfeksi virus Corona yang mengalami gejala berat, yaitu disertai sesak napas atau pneumonia. Dari jumlah itu, rata-rata 5 persen pasien memerlukan ventilator atau alat bantu pernapasan. “Dan angka kematiannya sekitar 2 persen,” ujarnya di RS Hasan Sadikin Bandung Selasa 3 Maret 2020.

Angka kematian kasus virus Corona disebutnya lebih rendah dari kasus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan juga masih lebih tinggi kasus MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome-related coronavirus) yang mencapai 34,5 persen dari jumlah pasien. Namun COVID-19 diketahui masih lebih tinggi dari flu pandemi H1N1.

Walau begitu, menurut Anggraini, wajar jika masyarakat di berbagai negara termasuk Indonesia panik dan takut terhadap virus Corona. “Karena kita sedang menghadapi jenis penyakit yang baru, belum banyak yang kenal,” ujarnya.

Apalagi belakangan kasus infeksi merebak di berbagai negara seperti Iran, Korea, dan Italia dengan angka belasan hingga puluhan meninggal dunia. “Umumnya yang meninggal usia tua, ada kelainan jantung atau punya diabetes, pernah stroke, merokok, dan banyaknya laki-laki,” kata Anggraini.

Dia meminta masyarakat tidak panik dan takut berlebihan apalagi sampai memborong barang di kota-kota besar. “Seolah-olah kalau kena virus Corona akan mati.”

Menurut Anggraini udara Indonesia bagus dengan kelembaban tinggi pun sinar mataharinya untuk menjaga kesehatan. “Virus tidak suka kondisi seperti itu, ditambah makanan sehat dan rajin cuci tangan,” katanya. Dia mempersilakan orang yang minum jamu agar tubuhnya senantiasa fit.

ANWAR SISWADI






Ditolak Naik KA Pangrango Karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Merusak Loket Stasiun Sukabumi

3 jam lalu

Ditolak Naik KA Pangrango Karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Merusak Loket Stasiun Sukabumi

Calon penumpang di Stasiun Sukabumi itu marah karena ditolak naik KA Pangrango karena belum vaksin. Merusak kaca loket dan melukai seorang petugas.


Konser DWP 2022 Dimulai Hari Ini, Polisi Siapkan Pengamanan Sesuai SOP

13 jam lalu

Konser DWP 2022 Dimulai Hari Ini, Polisi Siapkan Pengamanan Sesuai SOP

Festival Musik Djakarta Warehouse Project atau DWP bakal digelar hari ini, 9 Desember 2022. Polisi telah menyiapkan pengamanan dengan mengacu pada SOP


Twitter Hentikan Kebijakan Informasi COVID-19 yang Menyesatkan

1 hari lalu

Twitter Hentikan Kebijakan Informasi COVID-19 yang Menyesatkan

Twitter secara diam-diam berhenti memberlakukan kebijakan informasi COVID-19 yang menyesatkan.


Mengenal Flu Perut, Kenali Penyebab dan Gejalanya

1 hari lalu

Mengenal Flu Perut, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Flu perut atau gastroenteritis merupakan bentuk iritasi dan peradangan pada usus manusia. Hal ini disebabkan paling sering oleh virus novovirus dan rotovirus.


Vaksin Booster Kedua Diakselerasi, DKI: Kasus Meninggal Covid-19 Akibat Komorbid Berat

1 hari lalu

Vaksin Booster Kedua Diakselerasi, DKI: Kasus Meninggal Covid-19 Akibat Komorbid Berat

Vaksin booster kedua untuk menekan penularan COVID-19 khususnya bagi masyarakat pemilik penyakit penyerta.


Piala Dunia Qatar, Suporter Negara Lain Diminta Waspada Flu Unta

1 hari lalu

Piala Dunia Qatar, Suporter Negara Lain Diminta Waspada Flu Unta

MERS adalah satu dari delapan risiko infeksi potensial yang secara teoritis dapat muncul selama Piala Dunia Qatar 2022.


Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

1 hari lalu

Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

Covid-19 telah bermutasi menjadi kasus dengan gejala ringan.


Daftar 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi

1 hari lalu

Daftar 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi

Polda Metro Jaya menyiapkan Samsat Keliling untuk memfasilitasi masyarakat di 14 titik Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.


Banjir Beras di Atas Kertas

2 hari lalu

Banjir Beras di Atas Kertas

Polemik data beras kian meruncing.


Kepulauan Cook Buka Pintu untuk Lebih Banyak TKI

2 hari lalu

Kepulauan Cook Buka Pintu untuk Lebih Banyak TKI

Kepala delegasi Kepulauan Cook mengapresiasi etos kerja tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di negara Pasifik itu