Temuan Radioaktif di Batan Indah, Polisi Sudah Periksa 23 Saksi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Teknis Kimia Biologi Radioaktif Gegana Brimob Mabes Polri dan Tim Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETAN) melakukan pengukuran tingkat paparan tinggi radioaktif yang ditemukan di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu, 15 Februari 2020. Pengukuran tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat paparan radioaktif yang ditemukan dikawasan tersebut, yang hasilnya masih dalam katagori aman bagi masyarakat sekitar meski ditemukan paparan tinggi radioaktifitas. ANTARA

    Tim Teknis Kimia Biologi Radioaktif Gegana Brimob Mabes Polri dan Tim Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETAN) melakukan pengukuran tingkat paparan tinggi radioaktif yang ditemukan di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu, 15 Februari 2020. Pengukuran tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat paparan radioaktif yang ditemukan dikawasan tersebut, yang hasilnya masih dalam katagori aman bagi masyarakat sekitar meski ditemukan paparan tinggi radioaktifitas. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi telah memeriksa 23 orang sebagai saksi dalam kasus temuan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Total saksi tersebut termasuk mereka yang diperiksa di Kantor Pusat PT INUKI di Muncul, Setu, Tangerang Selatan, pada hari ini, Jumat 6 Maret 2020.

    "Hari ini tambah ada (pemeriksaan terhadap) enam saksi di PT Inuki," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal Argo Yuwono, di Kantor Bareskrim Kepolisian Indonesia, di Jakarta, Jumat.

    Keenamnya adalah BS selaku manajer produksi PT Inuki, S yang adalah pelaksana gudang, BL manajer sales, Y sebagai Manajer HRD, I selaku Kepala Bagian TU PTKMR, dan D sebagai PNS Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Pemeriksaan disebut untuk mendalami peran dari seorang pegawai Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) berinisial SM yang ditemukan menyimpan zat radioaktif di rumahnya.

    Apa yang disimpannya serupa dengan yang sebelumnya ditemukan diduga dibuang di lahan fasilitas umum di perumahan itu yakni Cesium 137, logam hasil reaksi nuklir yang banyak digunakan di dunia medis maupun industri. "Pemeriksaan saksi (terkait dengan) dugaan tindak pidana ketenaganukliran yang diduga dilakukan oleh SM," kata Yuwono.

    Paparan radiasi di lahan kosong itu terdeteksi ketika Bapeten melakukan pemantauan secara berkeliling (mobile) menggunakan alat baru pada 30-31 Januari 2020. Nilai paparannya sempat terekam ribuan kali lipat dari yang diperkenankan di lingkungan bebas sebelum secara bertahap dilakukan proses dekontaminasi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.