Giliran Kepanikan Soal Masker Dimanfaatkan Penjahat Siber

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membeli masker di mobil penjual masker di kawasan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Selasa, 3 Maret 2020. Produsen masker Sensi menjual produk mereka dengan cara berkeliling menggunakan mobil sekitar kawasan Kota Depok. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Warga membeli masker di mobil penjual masker di kawasan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Selasa, 3 Maret 2020. Produsen masker Sensi menjual produk mereka dengan cara berkeliling menggunakan mobil sekitar kawasan Kota Depok. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah modus pencurian data pribadi berkedok informasi tentang bahaya wabah virus corona, perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkap modus kejahatan siber lain yang masih terkait dengan isu yang sama. Terbaru adalah memanfaatkan kehebohan publik soal kebutuhan masker.

    Kaspersky menemukan sampel surat elektronik atau email spam dengan kedok menawarkan masker oksigen. Masker disebutkan dapat melindungi penggunanya dari virus corona dan infeksi yang ditularkan melalui udara. Modus ini digunakan diduga karena peminat masker seperti itu sedang sangat dibutuhkan.

    "Tapi nyatanya produk yang ditawarkan dalam email tersebut tidak memiliki kualitas bahkan tidak pernah ada," kata Maria Vergelis, analis keamanan Kaspersky, lewat keterangan tertulis, Jumat 6 Maret 2020.

    Email spam yang disebar mencakup informasi tentang masker yang mengklaim dapat melindungi penggunanya dari berbagai virus di udara, termasuk virus corona. "99,99 percent of the time," bunyi yang ditawarkan.

    Setelah pengguna mengklik tautan email, mereka akan diarahkan ke sebuah laman dengan penawaran masker tersebut, dan diminta mengisi detail kartu kredit untuk melakukan pembelian. Karena situs web yang menghosting URL tidak terhubung dengan produk apapun yang diiklankan, kemungkinan besar pengguna tidak akan menerima barang. Sebaliknya, akan kehilangan sejumlah uang.

    "Atau dalam beberapa kasus mereka menerima produk dengan kualitas yang tidak sesuai," kata Maria.

    Sebelumnya, teknologi pendeteksi Kaspersky menemukan file berbahaya menyamar sebagai dokumen yang berkaitan dengan kewaspadaan menghadapi virus corona. File berbahaya yang ditemukan menyamar dengan kedok seolah file tersebut adalah pdf, mp4, docx berisi informasi tentang virus corona.

    Anton Ivanov, analis malware Kaspersky, meyakini jumlah pengguna yang terinfeksi tidak cukup tinggi. "Tapi melihat kasus-kasus sebelumnya, kami dapat mengasumsikan bahwa pengguna menerimanya dari situs mengenai virus corona yang telah dipersiapkan oleh para aktor ancaman dan melalui email berbahaya," katanya.

    Nama-nama file menyiratkan berisi instruksi video tentang cara melindungi diri dari virus, informasi terkini mengenai ancaman, dan bahkan prosedur deteksi virus. File tersebut diantaranya bernama 2019 Novel Coronavirus.lnk, 5 INFOGRAFIA CORONAVIRUS.lnk, Affiche proce_dure de De_tection Coronavirus (3) .pdf.lnk, dan How to prevent Coronavirus(1).mp4.lnk.

    File-file tersebut berisi berbagai ancaman, dari trojan ke worm, yang mampu menghancurkan, memblokir, memodifikasi atau menyalin data, serta mengganggu pengoperasian komputer atau jaringan komputer. "Jika pengguna telah mengklik dan mengunduh file tanpa memiliki solusi keamanan siber, malware akan mengunduh dan meluncurkan serangannya di perangkat mereka," ujar Ivanov.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.