Tabrakan Speedboat di Sungai Taman Nasional Sebangau, 5 Hilang

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di tengah hutan gambut Taman Nasional Sebangau. Perjalanan menyusuri sungai Punggualas, Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    Suasana di tengah hutan gambut Taman Nasional Sebangau. Perjalanan menyusuri sungai Punggualas, Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    TEMPO.CO, Palangka Raya - Tim gabungan mencari keberadaan lima orang  yang hilang setelah tabrakan dua speedboat terjadi di Sungai Sebangau yang berada di Kawasan Taman Nasional Sebangau, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin, 9 Maret 2020, pukul 12.00 WIB.

    Informasi yang dihimpun di lapangan, tabrakan dua kapal cepat itu melibatkan speedboat milik Taman Nasional Sebangau (TNS) yang membawa tujuh penumpang yang akan menuju kawasan Resort Mangkok untuk mengirimkan logistik.

    Speedboat lainnya adalah milik TNI yang akan melakukan pemantauan untuk persiapan kunjungan Ratu Belanda ke Taman Nasional Sebangau pada tanggal 11 Maret mendatang.

    Yunus, salah seorang petugas TN Sebangau, membenarkan telah terjadi kecelakaan yang melibatkan tujuh petugas TN Sebangau. "Dua orang sudah ditemukan dan lima orang masih dalam proses pencarian,” katanya.

    Dari informasi di lapangan dua korban yang berhasil diselamatkan yakni Selvi dan Yuni yang sekarang sudah dibawa ke rumah sakit, sedangkan lima orang sedang dalam proses pencarian, yaitu Ibu Agung, Ibu Mutia, Novi, Mansyah, dan Ayib.

    Dari pantauan di dermaga Kereng Bangkirai, saat ini ratusan orang memadati lokasi. Angin kencang disertai hujan sempat berlangsung sebentar.

    Berbagai instansi hingga lembaga seperti Dishub, Basarnas, BPBD, Pemadam Kebakaran dan Satpol-PP sudah berada di lokasi kejadian. Masyarakat juga tak mau ketinggalan melihat proses evakuasi.

    Aparat TNI, Polri, Polhut hingga petugas kesehatan berada di lokasi kejadian lengkap dengan peralatan SAR dan medis.

    Sementara itu sejumlah pejabat daerah juga tampak hadir, di antaranya anggota DPRD Kalteng Hj Maryani Sabran, Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri dan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.

    KARANA WW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.