Kasus Virus Corona AS Dekati 1.000: Sekolah, Universitas Ditutup

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan berjalan sambil mengenakan masker di sekitar Wall Street di New York, Amerika Serikat. Reuters

    Seorang perempuan berjalan sambil mengenakan masker di sekitar Wall Street di New York, Amerika Serikat. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika jumlah kasus virus corona di Amerika Serikat mendekati 1.000 pada hari Selasa, 10 Maret 2020, para pejabat terus menekan pertemuan publik yang besar.

    Itu termasuk pinggiran kota New York, New Rochelle, tempat gubernur memerintahkan sekolah-sekolah dan "fasilitas pertemuan besar" lainnya ditutup sementara, mulai Kamis, sebagaimana dikutip CNN, Selasa, 10 Maret 2020.

    Di Ohio, dua kandidat terdepan nominasi Demokrat untuk presiden, Joe Biden dan Bernie Sanders, membatalkan kampanye pada Selasa malam ketika pejabat negara menyatakan keprihatinan atas kerumunan orang dalam ruangan yang besar.

    Di New York, Gubernur Andrew Cuomo mengatakan akan mengerahkan Pengawal Nasional untuk mengirimkan makanan ke rumah-rumah dan membantu membersihkan ruang publik.

    Pihak berwenang menciptakan area "penahanan" 1 mil di New Rochelle selama dua minggu. Gubernur menekankan ini berarti menutup sekolah dan tempat ibadah. Mereka tidak membatasi pergerakan orang masuk dan keluar dari kota dengan penduduk sekitar 80.000 orang.

    "Kami akan masuk, kami akan membersihkan sekolah dan menilai situasinya," kata Cuomo kepada wartawan.

    Zona penahanan mengelilingi sebuah sinagog yang dianggap sebagai pusat wabah. Seorang pria yang tinggal di komunitas itu, bekerja di Manhattan dan menghadiri sinagog, dinyatakan positif virus minggu lalu, seperti halnya istri, putra dan putrinya.

    "New Rochelle adalah masalah khusus," kata Cuomo. "Itu yang mereka sebut cluster. Jumlahnya sudah naik, jumlahnya terus naik, dan kita memang perlu strategi kesehatan masyarakat khusus untuk New Rochelle."

    Pengumuman Cuomo muncul karena kekhawatiran tentang virus yang bergerak cepat di seluruh ibu kota, industri, dan sekolah. Setidaknya 961 kasus telah dilaporkan.

    Di antara dampak virus yang menyebar: Santa Clara County di California mengatakan akan sementara melarang pertemuan lebih dari 1.000 orang setelah wilayah itu melaporkan puluhan kasus.

    Larangan itu, yang berlaku selama tiga minggu mulai Rabu, tampaknya mempengaruhi pertandingan kandang NHL San Jose Sharks dan San Jose Earthquakes dari Major League Soccer. Kedua tim mengatakan mereka akan mematuhi aturan dan segera merilis rincian.

    Menteri Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS Alex Azar mengatakan intervensi terbesar harus dicadangkan untuk daerah dengan kelompok kasus, seperti Santa Clara County. Namun dia menggemakan nasihat pejabat kesehatan federal untuk orang-orang yang berisiko lebih tinggi.

    "Saya akan mendorong setiap individu yang berusia lanjut atau rapuh secara medis untuk berpikir panjang dan keras untuk pergi ke pertemuan besar yang berpotensi penyebaran virus," kata Azar kepada CNN "New Day."

    Sementara itu, di California Utara, sebuah kapal pesiar yang telah ditahan di lepas pantai selama berhari-hari setelah setidaknya 21 orang di atas kapal dinyatakan positif virus corona diperkirakan akan terus menurunkan penumpang. The Grand Princess, yang berlabuh di Oakland, mulai menurunkan penumpang hari Senin.

    Indeks pasar saham AS berakhir naik karena Gedung Putih mulai mengajukan pemotongan pajak gaji untuk mengurangi kejatuhan ekonomi.

    Tetapi efek pada kehidupan sehari-hari dan bisnis sedang tumbuh. Festival musik Coachella California akan ditunda, sumber mengatakan; Pearl Jam menunda konser di Amerika Utara; Boston membatalkan Parade Hari St. Patrick; Maskapai penerbangan AS memangkas penerbangan; dan PBB mengatakan akan menutup kantor pusatnya di New York untuk umum mulai Selasa malam.

    Kampus termasuk Harvard, The Ohio State University, University of California-Berkeley untuk sementara waktu menutup ruang kelas.

    CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.