Pemerintah Minta Kampus Berkolaborasi Riset Virus Corona

Reporter

Editor

Erwin Prima

Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko saat memimpin rapat koordinasi dengan rektor PTN/PTS dan Dirjen Dikti Kemendikbud di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Negara, Jakarta pada Jumat (13/3). (KSP)

TEMPO.CO, Jakarta - Istana Kepresidenan melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta perguruan tinggi di Indonesia berkolaborasi dalam satu wadah untuk meriset virus corona COVID-19 yang telah ditetapkan sebagai pandemi global.

“Kita harus saling memahami situasi yang terjadi sekarang bahwa persoalan virus corona COVID-19 semakin meluas. Maka perlu kolaborasi secara masif termasuk dengan pihak perguruan tinggi,” papar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam rapat koordinasi antisipasi pandemik COVID-19 dengan para rektor perguruan tinggi di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Kmpleks Istana Negara, Jakarta, Jumat malam.

Ia menekankan, Pemerintah terus berupaya mengantisipasi COVID-19 yang semakin meluas salah satunya dengan bekerja sama secara masif dengan pihak perguruan tinggi di Indonesia.

Berbagai upaya kolaborasi segera dilakukan, di antaranya Fakultas Kedokteran (FK) akan menyiapkan mahasiswa sebagai tambahan tenaga medis. Selain itu, Rumah Sakit Pendidikan akan menjadi tempat pemeriksaan kasus COVID-19.

Moeldoko juga menyampaikan perlunya ‘suara’ yang sama antar fakultas di perguruan tinggi soal menghadapi corona COVID-19.

Selain itu, beliau meminta perlu membentuk wadah para ahli dari kampus yang secara berkala yang bisa memberikan masukan pada pemerintah.

Hingga saat ini Kementerian Kesehatan baru menentukan FK Universitas Airlangga untuk melakukan tes atau pemeriksaan untuk kasus corona COVID-19.

Sementara, Fakultas Kedokteran di perguruan tinggi lain seperti di Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada akan berkoordinasi agar lebih terlibat dalam upaya penanganan COVID-19.

Hadir pada acara rakor tersebut Dirjen Dikti, Rektor Gunadarma, Rektor Universitas Indonesia, Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Rektor Trisakti, Rektor UPN Veteran, Rektor UKI, Rektor UNTAR, Rektor UPH, Rektor Gunadarma, Rektor Yarsi, Rektor Ukrida, dan Rektor UMJ.

Pada kesempatan tersebut Dirjen Dikti, Prof DR Ainun Naim, menegaskan kesiapan dan kesiagaan Rumah Sakit Pendidikan di masing-masing Fakultas Kedokteran.

Ada sejumlah 32 RS Pendidikan lainnya di Perguruan Tinggi Negeri dan 80 FK di Perguruan Tinggi Swasta yang juga dapat dikoordinasikan. Kampus juga diharapkan dapat membentuk konsorsium penelitian untuk vaksin COVID-19.

“Untuk menyiapkan RS Pendidikan harus disiapkan kamar isolasi, APD, SDM untuk menangani kondisi darurat. Perlu juga penyiapan tenaga-tenaga tambahan terutama mahasiswa FK tingkat akhir.”

Pihak Kemendikbud juga sudah menyebarkan edaran pola hidup sehat di berbagai sekolah dan kampus.

“Kami juga mengimbau untuk mengurangi hubungan kontak langsung, menunda kegiatan seminar, tamu-tamu dari luar negeri juga ditunda kedatangannya.

“Untuk selanjutnya perlu protokol nasional yang disebarluaskan secara masif tanpa menimbulkan kepanikan. Kemudian, pentingnya zonasi dan level kesiapsiagaan.”

Pada kesempatan tersebut, Rektor Usakti, Ali Ghufron Mukti mengutarakan pentingnya dilakukan penelitian yang bersifat jangka pendek, misalnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Menurutnya, penelitian secara khusus mengenai vaksin COVID-19 tentu membutuhkan riset yang lama.

Sedangkan, Prof Dr Fasli Jalal dari Universitas Yarsi menyarankan dibentuk relawan dari kalangan mahasiswa kedokteran. “Nanti akan secara proaktif melakukan pemeriksaan. Kami gembira pemeriksaan tidak hanya di Litbangkes. Kalau diperlukan, Yarsi siap jadi pelapis untuk tes, UI misalnya sudah siap melakukan tes 100 orang per hari,” papar Prof. Fasli.

ANTARA






Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

1 hari lalu

Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

Covid-19 telah bermutasi menjadi kasus dengan gejala ringan.


Jaring Mahasiswa Internasional, ITS Gelar Seleksi Langsung di Timor Leste

3 hari lalu

Jaring Mahasiswa Internasional, ITS Gelar Seleksi Langsung di Timor Leste

ITS menggelar rangkaian promosi dan seleksi masuk calon mahasiswa baru ITS 2023 di Timor Leste.


China Longgarkan Aturan Covid, di Shanghai Tes Corona Dihapus

4 hari lalu

China Longgarkan Aturan Covid, di Shanghai Tes Corona Dihapus

China mulai melonggarkan aturan soal Corona, namun kebijakan zero-Covid belum akan diambil.


15 Jurusan di UI yang Sepi Peminat

6 hari lalu

15 Jurusan di UI yang Sepi Peminat

Berikut 15 jurusan di UI yang sepi peminat pada SNMPTN 2022 dilansir dari laman ltmpt.ac.id.


Alasan Siswa Bisa Pilih Prodi Lintas Jurusan IPA atau IPS di SNPMB SNBP 2023

6 hari lalu

Alasan Siswa Bisa Pilih Prodi Lintas Jurusan IPA atau IPS di SNPMB SNBP 2023

Pada jalur SNBP 2023, siswa diperbolehkan untuk memilih prodi sesuai minatnya tanpa batasan jurusan yang diambil semasa SMA.


Alasan 10 Jurusan Kuliah Ini Paling Diminati

6 hari lalu

Alasan 10 Jurusan Kuliah Ini Paling Diminati

Banyak yang merasa beruntung telah memilih jurusan kuliah yang pas karena bisa mudah mencari pekerjaan setelah lulus. Jurusan apa yang difavoritkan?


Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia versi QS WUR 2023

8 hari lalu

Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia versi QS WUR 2023

Ada 13 universitas di Indonesia yang masuk pemeringkatan QS WUR 2023 berdasarkan subyek kedokteran dan kedokteran gigi


Harapan Dokter pada RUU Kesehatan: Permudah Surat Izin Praktik untuk Mengabdi

11 hari lalu

Harapan Dokter pada RUU Kesehatan: Permudah Surat Izin Praktik untuk Mengabdi

Presiden Joko Widodo menugaskan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk melakukan reformasi total di sistem kesehatan.


Covid-19 di China Naik Lagi, Beijing Kembali Tutup Sekolah

18 hari lalu

Covid-19 di China Naik Lagi, Beijing Kembali Tutup Sekolah

Beijing kembali menutup sekolah setelah kasus Covid-19 kembali melonjak. China mencatat dua kematian pertama sejak Mei.


8 Perguruan Tinggi di Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Pukyong National University

22 hari lalu

8 Perguruan Tinggi di Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Pukyong National University

Delapan perguruan tinggi itu antara lain IPB, Universitas Negeri Mataram, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Negeri Padang.